(Oleh Ermi Rosmita, M.Pd)
Dosen ISI Padangpanjang
Membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa terlebih di tengah perkembangan informasi yang sangat pesat saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, siswa dituntut tidak hanya sekedar memahami bacaaan saja, tetapi mereka juga dituntut untuk mampu menganalisis dan juga menilai bahan bacaan tersebut secara objektif. Oleh sebab itu, sebagai upaya dalam membantu meningkatkan kualitas literasi membaca siswa, beberapa orang dosen dari Institut Seni Indonesia Padangpanjang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Membangun Generasi Kritis: Pelatihan Literasi Membaca Berbasis Bahasa dan Budaya yang dilaksanakan di SMP Nurul Ikhlas Panyalaian Sepuluh Koto Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi membaca di lingkungan sekolah. Pelatihan diikuti oleh para siswa dengan sangat antusias karena pemateri memberikan materi secara interaktif sehingga mudah dipahami. Dalam pelatihan, tim pengabdian juga memberikan pemahaman kepada siswa akan pentingnya membaca kritis dalam kehidupan sehari-hari mereka, terlebih pada saat ini mereka sudah dihadapkan kepada berbagai macam informasi dari media sosial dan internet. Maka dari itu, keterampilan membaca kritis ini sangat perlu ditanamkan kepada siswa agar mereka dapat memilah informasi-informasi yang bertebaran tersebut secara benar sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita atau informasi yang salah.
Ketua tim pengabdian menyatakan bahwa minat baca yang rendah dan kemampuan analitis siswa yang kurang dalam memahami isi bacaan sampai saat ini masih menjadi tantangan yang besar. Kebanyakan siswa membaca hanya sekedar untuk mengetahui isi teks saja tanpa mereka memahami atau menilai kebenaran dari informasi yang mereka baca. Oleh sebab itu, dengan pelatihan ini tim pengabdian mengajak para siswa agar dapat menjadi pembaca-pembaca yang aktif dan kritis.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan beberapa metode secara variatif, seperti ceramah, diskusi kelompok, latihan/praktik membaca kritis, dan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi. Pada saat sesi ceramah, siswa diberikan materi-materi mengenai teknik membaca kritis, seperti cara-cara dalam menemukan ide pokok paragraf, membedakan antara fakta dan opini, serta cara menentukan makna tersirat dan tersurat di dalam teks. Kemudian, lanjut kepada sesi diskusi kelompok. Pada sesi ini siswa diberikan beberapa macam bacaan, kemudian mereka secara berkelompok mendiskusikan isi bacaan tersebut. Dalam sesi ini, mereka diminta untuk menganalisis bacaan dan menyampaikan isi bacaan tersebut secara berkelompok. Selanjutnya, kegiatan pelatihan diakhiri dengan proses evaluasi kemampuan membaca kritis siswa. Dalam kegiatan ini, para siswa terlihat sangat antusias. Mereka terlihat aktif dalam bertanya dan juga memberikan tanggapan-tanggapan selama kegiatan pelatihan tersebut berlangsung. Berdasarkan hasil evaluasi, terlihat bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa terkait teknik membaca kritis dalam menemukan gagasan utama, memahami isi bacaan secara menyeluruh, dan mampu membedakan antara fakta dan opini dalam teks yang mereka baca.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian ini dinilai telah memberikan manfaat yang besar terhadap pengembangan kemampuan membaca kritis siswa. Kemampuan membaca kritis ini tentunya akan sangat mendukung keberhasilan belajar dan membantu dalam membentuk pola pikir logis dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan informasi.
Dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan budaya literasi siswa dapat terus berkembang. Peningkatan kemampuan siswa dalam membaca kritis ini tidak hanya membantu dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat akademik saja, tetapi juga akan menjadi bekal yang penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan-tantangan kehidupan di era informasi saat ini. Dengan demikian, diharapkan generasi muda saat ini bisa menjadi pembaca cerdas yang kritis dan juga bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi. (*)











