PERISTIWA

Kapal Payang Terbalik di Muara Amping Parak Sutera, Satu Nelayan Tewas

×

Kapal Payang Terbalik di Muara Amping Parak Sutera, Satu Nelayan Tewas

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Musibah laut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Seorang nelayan dilaporkan meninggal dunia setelah kapal payang yang ditumpanginya dihantam ombak besar di muara Amping Parak, Kecamatan Sutera, Selasa (19/5/2026).

Korban diketahui bernama Iral (35), seorang nelayan asal Koto Tarok, Kenagarian Amping Parak. Ia menjadi korban setelah kapal payang “Dirgahayu 01” yang membawa hasil tangkapan ikan sekitar satu ton terbalik saat hendak masuk ke muara.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di kawasan Pasir Kapa, Kampung Padang Tae, Kenagarian Amping Parak, Kecamatan Sutera. Saat itu kapal payang bersama 11 anak buah kapal (ABK) baru kembali melaut dan berusaha menembus ombak menuju muara.

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Padang Panjang, Korban Didominasi Warga Sumut dan Riau

Namun nahas, mesin kapal mendadak mati total tepat di depan muara. Dalam kondisi ombak besar dan arus kuat, kapal kehilangan kendali hingga melintang diterjang gelombang laut.

“Ya, ombak saat itu cukup besar. Ketika mesin kapal mati, kapal langsung dihantam ombak dan terbalik sampai dua kali,” ujar Kapolsek Sutera, IPTU Manatap Manik, saat dikonfirmasi.

Menurutnya, seluruh ABK sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke tepi pantai. Namun korban Iral diduga tidak mampu bertahan setelah kapal terbalik dan terseret arus ombak.

“Sebagian besar ABK berhasil menyelamatkan diri ke pantai. Sementara korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.

Baca Juga  Lingkungan Kantor PLN UID Sumatera Barat Diancam Teroris?

IPTU Manatap Manik menjelaskan, kapal payang tersebut diawaki 11 orang, masing-masing Edi, Dendi, Ateng, Andre, Buyuang, Tiu, Dirga, Ales, Apis, Iwan dan Iral.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat bersama nelayan lainnya ikut membantu proses evakuasi korban dan penyelamatan awak kapal yang selamat.

IPTU Manatap Manik mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut, terutama saat hendak masuk ke muara yang dikenal memiliki arus cukup kuat.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi kapal dan cuaca sebelum melaut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tuturnya. (*)