SAWAHLUNTO, harianhaluan. id – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sawahlunto menggelar upacara bendera Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/26). Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala MAN Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro.
Upacara yang menjadi simbol kebangkitan pemuda dan bangsa tersebut diikuti seluruh elemen madrasah, mulai dari jajaran guru dan tenaga kependidikan (GTK) hingga siswa.
Mengawali amanatnya Dafril menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pelaksana upacara.
“Kekhidmatan yang kita rasakan pagi ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah dari kesungguhan hati. Terima kasih kepada anak-anakku pelaksana upacara dan seluruh keluarga besar MAN Sawahlunto yang telah menunjukkan khidmat luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa ruh kebangkitan itu hidup di dada kita,” ujar Dafril.
Kepala MAN Sawahlunto dalam amanatnya membacakan naskah pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Di era di mana teknologi dan ruang siber menjadi medan perjuangan baru, pesan menteri yang dibacakan tersebut menekankan pentingnya penguasaan literasi digital, inovasi, dan menjaga persatuan bangsa di tengah arus modernisasi.
Narasi pidato tersebut menegaskan bahwa jika 118 tahun lalu Boedi Oetomo bangkit menembak keterbelakangan lewat organisasi modern, maka generasi hari ini khususnya para siswa madrasah harus bangkit menguasai teknologi demi membawa Indonesia emas ke panggung dunia, tanpa kehilangan identitas moral dan spiritualnya.
Sepanjang prosesi, dari pengibaran bendera Merah Putih hingga mengheningkan cipta, tidak ada riuh yang mengganggu. Yang terdengar hanyalah deru angin pagi Sawahlunto dan lantunan lagu-lagu patriotik yang membakar semangat.
Upacara peringatan Harkitnas ke-118 berjalan dengan baik, lancar dan aman. Momentum ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan di kalender akademik, melainkan sebuah jeda sakral untuk memompa kembali darah perjuangan, mengukir prestasi, dan memastikan bahwa dari madrasah ini, akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan bangsa yang religius dan berwawasan global. (humas).





