“Peluangnya sangat besar. Tinggal bagaimana perusahaan mampu memanfaatkan kesempatan ini melalui penguatan kerja sama, inovasi dan promosi,” jelasnya.
Liferdi juga menilai PT CMK memiliki kapasitas besar untuk berkembang menjadi pemain nasional. Berdasarkan aset dan pengalaman yang dimiliki, PT CMK disebut sebagai salah satu produsen bibit jagung terbesar di Indonesia.
Ia mengingatkan, perusahaan yang sebelumnya bernama PT Citra Nusantara Mandiri itu pernah berhasil menembus pasar internasional melalui ekspor ke Malaysia.
“Pasarnya sudah ada. Tinggal bagaimana memperluas jaringan dan memastikan produk sampai langsung ke petani,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT CMK, H. Nofi Candra menyatakan optimismenya untuk membangkitkan kembali perusahaan sebagai produsen bibit jagung hibrida terbesar di Nusantara.
Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap program swasembada pangan nasional menjadi momentum penting bagi PT CMK untuk memperkuat produksi dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia.
“Perusahaan sebelumnya bernama PT Citra Nusantara Mandiri, saat ini lebih fokus ke bidang Riset dan pengembangan benih sumber serta varietas baru. Sedangkan untuk produksi dan pemasaran dicover oleh PT. CMK dengan visi yang sama sebagai penopang swasembada pangan nasional,” ucap mantan senator DPD RI ini. (*)











