DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID — Perselisihan antara warga Nagari Muaro Takung dan Nagari Sialang yang terjadi di SPBU Sialang, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, Kamis (28/5), akhirnya berujung damai.
Perdamaian kedua belah pihak difasilitasi jajaran Polres Dharmasraya bersama Polres Sijunjung, serta melibatkan niniak mamak dan wali nagari dari masing-masing daerah.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, SIK, MAP menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu sejumlah pemuda Muaro Takung mendatangi SPBU Sialang setelah muncul unggahan di media sosial yang dianggap menyudutkan pemuda Muaro Takung.
“Postingan tersebut memancing emosi sehingga beberapa pemuda datang ke lokasi dan terjadi aksi kekerasan fisik terhadap pemuda Sialang,” ujar Kapolres.
Konflik Warga Muaro Takung dan Sialang
Mendapat informasi kejadian itu, Polres Dharmasraya segera berkoordinasi dengan Polres Sijunjung untuk meredam situasi sekaligus memfasilitasi pertemuan damai antara kedua pihak dengan menghadirkan tokoh masyarakat masing-masing nagari.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyadari adanya hubungan kekeluargaan yang erat antara Nagari Muaro Takung dan Nagari Sialang. Karena itu, mereka sepakat menahan diri dan tidak mengedepankan ego maupun emosi dalam menyelesaikan persoalan.
Kedua pihak juga sepakat menempuh penyelesaian secara kekeluargaan terhadap kejadian yang terjadi pada Kamis (28/5) maupun insiden sebelumnya pada 26 April 2026 lalu.
“Kami akan menyampaikan kepada warga agar tidak melakukan penyerangan serupa di kemudian hari,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat. (h/mdi)











