KOTA SOLOK

PT CMK Kota Solok Didorong Jadi Penopang Swasembada Pangan Nasional

×

PT CMK Kota Solok Didorong Jadi Penopang Swasembada Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

SOLOK KOTA, HARIANHALUAN.ID — Produsen bibit jagung hibrida PT Citra Mandiri Kobana (CMK) Kota Solok didorong untuk berkembang menjadi perusahaan nasional yang mampu menopang program swasembada pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan pasar global.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi Lukman, SP, M.Si saat mengunjungi pabrik PT CMK di Kota Solok, Kamis (28/5/2026).

Kunjungan itu turut didampingi mantan Anggota DPR RI H. Hasanuddin dan disambut Direktur Utama PT CMK H. Nofi Candra, Direktur Andri Marant, serta Komisaris Amnasmen SH MH.

Dalam kesempatan tersebut, Liferdi menegaskan bahwa jagung kini menjadi salah satu komoditas strategis nasional setelah padi. Pemerintah pusat, kata dia, tengah fokus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, termasuk melalui peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku utama industri pakan ternak.

Baca Juga  Bundo Kandung Turun ke Genangan, Hangatkan Warga Kotobaru dengan Ratusan Nasi Bungkus

Menurutnya, kebutuhan jagung nasional diperkirakan akan terus meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berdampak langsung terhadap tingginya permintaan sektor peternakan unggas.

“Kalau untuk pasar sebetulnya tidak masalah, karena kebutuhan terus meningkat dan akan terserap oleh pasar,” ujar Liferdi.

Ia menilai keberadaan perusahaan produsen benih seperti PT CMK sangat penting dalam mendukung agenda besar pemerintah menuju kemandirian pangan nasional. Sebab, keberhasilan swasembada tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan produksi petani, tetapi juga kualitas bibit yang digunakan.

Baca Juga  Perdana, Dojang Taekwondo Kodim 0309 Solok Kirim Atlet ke Malaysia Open 2025

“Pemerintah saat ini serius mendorong peningkatan produksi jagung nasional. Maka perusahaan penyedia benih unggul punya posisi strategis dalam rantai ketahanan pangan,” katanya.

Alumni Fakultas Pertanian Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok itu juga mengungkapkan bahwa peluang pasar jagung hibrida Indonesia tidak hanya terbuka di dalam negeri, tetapi juga di pasar internasional. Bahkan, beberapa negara disebut telah menunjukkan minat menjadi importir jagung hibrida asal Indonesia.

Ia menegaskan Kementerian Pertanian siap mendukung pengembangan komoditas jagung melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga di bawah kementerian maupun institusi riset seperti BRIN.