PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID-Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terus memperkuat sistem keamanan penerbangan mengadakan Pertemuan Komite Keamanan Bandara (Airport Security Committee/ASC) ke-2 Tahun 2026, Kamis (18/6).
Kegiatan ini diikuti seluruh komunitas bandar udara, instansi pemerintah, aparat keamanan, maskapai, perusahaan ground handling, serta para pemangku kepentingan lainnya yang beroperasi di lingkungan bandara.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga keamanan penerbangan.
Juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi ancaman, serta memastikan operasional bandara berjalan aman, lancar, dan sesuai standar nasional maupun internasional.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Doni Subardono, mengatakan keamanan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komunitas bandar udara.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak.
Melalui forum ini kami ingin memastikan seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme koordinasi dan respons terhadap berbagai kondisi yang dapat memengaruhi keamanan penerbangan.
Sinergi, komunikasi yang efektif, dan budaya keamanan yang kuat menjadi kunci menjaga Bandara Internasional Minangkabau tetap aman, nyaman, dan andal bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan koordinasi Airport Contingency Plan (ACP) sebagai pedoman penanganan kondisi darurat maupun gangguan keamanan yang membutuhkan respons cepat dan terpadu antarinstansi.
Seluruh peserta juga menyamakan persepsi mengenai peran, tanggung jawab, jalur komunikasi, serta prosedur penanganan apabila terjadi situasi yang berpotensi mengganggu operasional bandara.
Selain itu, forum membahas penguatan pengamanan area sisi darat (landside security), mulai dari peningkatan patroli keamanan, pengawasan area publik, pengendalian akses kendaraan dan orang, hingga deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan melalui koordinasi yang lebih erat dengan aparat keamanan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi pelaksanaan program keamanan selama semester pertama 2026, mengidentifikasi potensi kerawanan, serta menyusun langkah-langkah mitigasi secara kolaboratif.
Sebagai bagian dari InJourney Airports, Bandara Internasional Minangkabau menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan operasional bandar udara yang mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan.
Dengan demikian Bandara Internasional Minangkabau mampu memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berstandar internasional bagi seluruh pengguna jasa. (h/ita)












