PENDIDIKANPAYAKUMBUH

Basimak di Masjid Al Hidayah, Wawako: Khatam Al-Qur’an Bukan Akhir, Anak Harus Terus Mengaji

×

Basimak di Masjid Al Hidayah, Wawako: Khatam Al-Qur’an Bukan Akhir, Anak Harus Terus Mengaji

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota Payakumbuh mengajak anak-anak untuk terus mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an setelah mengikuti khatam sebagai bagian dari upaya memperkuat moral dan karakter generasi muda.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengatakan khatam Al-Qur’an tidak boleh dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi menjadi awal untuk meningkatkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.

“Khatam Al-Qur’an bukan akhir belajar. Justru setelah khatam anak-anak harus melanjutkan tadarus, memperdalam, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” kata Elzadaswarman saat membuka prosesi basimak di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Senin (24/8/2026).

Ia meminta orang tua terus mendampingi anak agar kebiasaan mengaji tidak berhenti setelah khatam. Menurutnya, perkembangan teknologi, terutama penggunaan gawai secara berlebihan, menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan kebiasaan tersebut.

“Jangan sampai setelah khatam anak-anak berhenti mengaji karena sibuk dengan gawai. Kita harus memastikan mereka terus belajar sampai mahir,” ujarnya.

Elzadaswarman menilai pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus menjadi benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif dan penyakit masyarakat.

Baca Juga  PNP Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Nagari Sungai Buluh Pascabanjir

Karena itu, pembinaan keagamaan membutuhkan keterlibatan bersama antara keluarga, lembaga pendidikan agama, Tungku Tigo Sajarangan, Bundo Kanduang, pemuda, serta seluruh unsur masyarakat.

Ia juga meminta Kementerian Agama mengembangkan sistem pemantauan santri berbasis teknologi informasi. Selain itu, TPQ, PTQ, dan pondok pesantren diharapkan melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kemampuan santri.

“Target kita bukan hanya anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi terus berkembang hingga mampu berprestasi dan mengharumkan nama Payakumbuh,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra mengatakan pemerintah daerah bersama DPRD sepakat menganggarkan kembali insentif bagi guru mengaji, garin, imam masjid, dan guru PAUD mulai 2027.

“Insentif tersebut akan kembali kita anggarkan sebagai bentuk penghargaan terhadap mereka yang telah mengabdikan diri membina generasi muda,” kata Wirman.

Menurutnya, guru mengaji, garin, imam masjid, dan guru PAUD memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini. Karena itu, dukungan terhadap mereka perlu terus diperkuat.

Baca Juga  Ketua Kwarcab Tanah Datar Richi Aprian Lepas 96 Peserta KKPM Tingkat Sumbar

Wirman juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak berhenti belajar Al-Qur’an setelah khatam.

“Khatam bukan penutup perjalanan. Anak-anak harus terus membaca, mempelajari, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Khatam Al-Qur’an di Masjid Al Hidayah tahun ini diikuti 34 santriwan dan santriwati. Ketua pelaksana Hendri Fadila mengatakan tradisi tersebut telah dilaksanakan secara rutin sejak 1988.

“Kegiatan ini bukan perlombaan, tetapi momentum bagi anak-anak untuk memberikan kebahagiaan dan doa kepada kedua orang tua,” kata Hendri.

Ia menyampaikan apresiasi kepada majelis guru, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan para donatur yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Hendri menjelaskan hadiah dan piala yang diberikan kepada peserta bukan tujuan utama kegiatan, melainkan bentuk penghargaan atas penampilan terbaik para santri dalam rangkaian prosesi khatam Al-Qur’an.

“Semoga seluruh bantuan, tenaga dan pikiran yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat pahala yang berlipat ganda,” pungkasnya. (*)