Namun, ia tidak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan pihak luar, isu fee proyek, maupun penggunaan istilah sandi dalam proses penunjukan. Sikap ini justru memperkuat tanda tanya publik yang menuntut keterbukaan informasi.
Sejumlah pihak menilai, jika dugaan dominasi aktor bayangan ini benar, maka bukan hanya berpotensi menciptakan praktik monopoli, tetapi juga dapat berdampak pada kualitas pembangunan sarana pendidikan di daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut-sebut sebagai aktor di balik layar belum memberikan klarifikasi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait, sebagai bagian dari komitmen terhadap asas keberimbangan dan praduga tak bersalah. (*)












