Tantangannya sangat intensif, mulai dari merakit modul otomasi modern, menghubungkan sensor Internet of Things (IoT), memastikan keamanan siber (cybersecurity) pada jaringan pabrik, hingga mendeteksi dan memperbaiki gangguan sistem secara efisien.
Kategori ini gak cuma panggung adu ketangkasan skill, tapi juga menetapkan standar internasional baru bagi pendidikan vokasi dalam menghadapi era manufaktur cerdas.
Perintis Jalan dari Keluarga Sederhana
Di balik prestasi kinclong ini, Langit dan Zacky, sapaan akrab mereka, bukan lahir dari keluarga berkecukupan atau berlatar belakang dunia industri. Keduanya tumbuh dalam keluarga biasa yang awalnya asing dengan kompleksitas dunia manufaktur modern yang kini mereka tekuni.
Zacky merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Firdaus dan Erfa, di mana ayahnya sehari-hari mengadu nasib sebagai seorang pedagang.
Sementara itu, Langit adalah anak sulung dari tujuh bersaudara pasangan Surya Imelanda dan Deby, di mana sang ayah berjuang mengelola usaha UMKM percetakan dan sablon di Kota Padang.
Kedua orang tua mereka mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa putra-putra mereka. Tak lupa, mereka memohon doa tulus dari seluruh masyarakat dan pembaca, agar Langit dan Zacky diberikan kemudahan serta hasil terbaik saat berjuang membawa nama Indonesia di Negeri Tirai Bambu.
Tunda Kuliah Demi Merah Putih & Minta Doa Beasiswa
Demi memfokuskan waktu dan energi pada pemusatan latihan lomba tingkat dunia ini, Langit dan Zacky memilih untuk menunda melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Namun, di balik perjuangan tersebut, terbesit harapan besar agar kerja keras mereka berbuah Beasiswa Penuh (Fully Funded) di perguruan tinggi luar negeri.
Mereka bertekad memperdalam ilmu pengetahuan dan mengasah keahlian di bidang Industri 4.0. Keduanya menyadari bahwa keterbatasan ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri untuk menempuh pendidikan tinggi secara mandiri.












