Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Lado Kutu (Layanan Dokter ke Pustu), yakni program yang menghadirkan dokter secara berkala ke pustu, sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan kesehatan, pemeriksaan medis, hingga deteksi dini berbagai penyakit tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain itu, Annisa menilai keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) juga sangat ditentukan oleh peran bidan wilayah, perawat, serta kader kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan di masyarakat.
Mereka secara aktif melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memberikan edukasi kesehatan, melakukan pendampingan, serta melaksanakan skrining awal bagi warga yang memiliki faktor risiko penyakit.
Menurut Annisa, pendekatan tersebut perlu didukung dengan ketersediaan alat skrining yang memadai agar pelayanan kesehatan di lapangan dapat berjalan lebih optimal. Di samping itu, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan kader kesehatan juga menjadi faktor penting dalam memperkuat layanan kesehatan primer hingga ke tingkat masyarakat.
Keikutsertaan Bupati Dharmasraya sebagai narasumber dalam Leimena Conference 2026, menjadi pengakuan atas berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang dikembangkan pemerintah daerah.
Forum nasional ini sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik antardaerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang semakin berkualitas, merata dan mudah diakses seluruh masyarakat. (*)












