DHARMASRAYA

Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bupati Annisa Serahkan Bantuan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui di Timpeh

×

Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Bupati Annisa Serahkan Bantuan Gizi Ibu Hamil dan Menyusui di Timpeh

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyerahkan bantuan paket permakanan tahap II bagi ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Timpeh, Selasa (23/6). Program tersebut merupakan salah satu unggulan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam mempercepat penanganan stunting melalui pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.

Dalam sambutannya, Annisa menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sedini mungkin, bahkan sejak seorang ibu mengandung.

“Penanganan stunting harus dimulai dari masa kehamilan. Kalau bantuan baru diberikan saat anak berusia empat atau lima tahun, sebenarnya sudah terlambat. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan dan gizi ibu hamil menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga  DLH Dharmasraya Terbitkan Edaran tentang Sampah

Ia menjelaskan, bantuan diberikan dalam bentuk paket permakanan yang disalurkan secara bertahap selama masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan. Setiap penerima memperoleh bantuan senilai total Rp3 juta yang disalurkan setiap minggu kedua setiap bulan.

Menurut Annisa, program tersebut merupakan komitmen yang telah dicanangkannya sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Dharmasraya. Saat ini, bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data kesejahteraan masyarakat. Data penerima dihimpun melalui puskesmas di masing-masing wilayah.

“Sebenarnya target kami adalah ibu hamil dan ibu menyusui dari keluarga desil 1 sampai desil 5. Namun karena keterbatasan anggaran daerah, program ini kita mulai terlebih dahulu untuk desil 1 dan 2. Mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan lebih luas lagi,” katanya.

Baca Juga  Bupati Annisa Minta Penyuluh Pertanian Lakukan Pendampingan dan Pengawasan bagi Petani

Annisa juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kehamilan kepada petugas kesehatan maupun pemerintah nagari agar dapat memperoleh pendampingan dan intervensi yang diperlukan sejak awal.

“Kalau ada ibu hamil dari keluarga desil 1 dan 2 yang belum terdata, segera laporkan kepada wali nagari, puskesmas, maupun Dinas Sosial agar dapat diverifikasi dan masuk dalam pendataan program,” tegasnya.

Program bantuan permakanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan status gizi ibu hamil dan ibu menyusui, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting di Kabupaten Dharmasraya. (*)