KAMPUS

Cegah Masalah Fisik dan Psikososial Anak, Universitas Mercubaktijaya dan UPI YPTK Padang Gelar Pengabdian di SDN 05 Surau Gadang

×

Cegah Masalah Fisik dan Psikososial Anak, Universitas Mercubaktijaya dan UPI YPTK Padang Gelar Pengabdian di SDN 05 Surau Gadang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kesehatan anak tidak hanya soal tubuh yang kuat. Di balik keceriaan mereka di ruang kelas, kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi, bersosialisasi dan membangun rasa percaya diri juga menjadi bagian penting dari tumbuh kembang yang sehat.

Kesadaran itulah yang mendorong Universitas Mercubaktijaya bersama UPI YPTK Padang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penerapan Group Supportive Therapy dan Play Therapy untuk Mencegah Masalah Fisik dan Psikososial pada Anak di SDN 05 Surau Gadang.”

Program tersebut menyasar para murid dengan pendekatan kelompok dan permainan. Melalui metode tersebut, edukasi mengenai kesehatan fisik dan psikososial disampaikan dengan cara yang sederhana, aktif, sekaligus menyenangkan dan dekat dengan dunia anak.

Baca Juga  Dirjen Pendis Kemenag RI Kukuhkan 12 Guru Besar UIN Bukittinggi Sekaligus Luncurkan Buku Dialektika Keilmuan

Kegiatan PKM berlangsung sejak Februari hingga Oktober 2026. Program ini mendapat dukungan hibah Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi melalui anggaran tahun 2026.

Pelaksanaan program diawali dengan survei kebutuhan sekolah. Selanjutnya, tim memberikan pelatihan kepada dokter kecil dengan memanfaatkan berbagai permainan edukatif yang telah dimodifikasi.

Di antaranya permainan untuk menggali perasaan murid menggunakan kartu emosi, ludo siaga, pohon cita-cita, hingga ular tangga edukasi.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Reguler II dan Dosen Universitas Andalas Latih Petani Campago Produksi Pupuk Organik dan Pakan Ternak Lokal untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ketua Tim PKM, Ns. Rizka Ausrianti, M.Kep., menjelaskan bahwa kesehatan anak harus diperhatikan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek fisik.

“Anak tidak hanya membutuhkan tubuh yang sehat, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi, bersosialisasi, dan membangun rasa percaya diri,” katanya.

Menurut Rizka, Group Supportive Therapy memberikan ruang bagi anak untuk saling mendukung, serta membangun interaksi yang positif dengan teman sebaya.

Sementara Play Therapy menjadikan permainan sebagai media pembelajaran untuk membantu anak belajar, berkomunikasi, bekerja sama, sekaligus mengekspresikan perasaan mereka.