KAMPUS

Tim Universitas Mercubaktijaya Perkuat Edukasi Gizi Ibu Hamil di Pakan Raba’a

×

Tim Universitas Mercubaktijaya Perkuat Edukasi Gizi Ibu Hamil di Pakan Raba’a

Sebarkan artikel ini

LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Upaya mencegah stunting tidak selalu dimulai ketika seorang anak lahir. Di Posyandu Ibu Hamil Pakan Raba’a, Jorong Pakan Raba’a, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, pencegahan justru diperkuat sejak masa kehamilan melalui edukasi gizi yang dikemas interaktif dan berbasis komunitas.

Program pengabdian kepada masyarakat Universitas Mercubaktijaya melalui “Penerapan Model Edukasi Gizi Tiga Dimensi Berbasis Komunitas” menyasar 15 ibu hamil dan 11 kader posyandu. Kegiatan ini dibiayai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.

Program yang diketuai Sri Suciana, SST., MKM, bersama anggota Mitayani, SST., M.Biomed, PhD. dan Dr. Ns. Febriyanti, M.Kep tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Camat Lima Puluh Kota.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kualitas pelayanan posyandu, meningkatkan kapasitas kader, sekaligus mendorong partisipasi ibu hamil dalam menjaga kesehatan selama kehamilan. Salah satu metode yang digunakan adalah Food Model Playdough, media tiga dimensi yang membuat proses belajar mengenai kelompok makanan dan gizi seimbang menjadi lebih visual, interaktif dan mudah dipahami.

Baca Juga  Libatkan Kerja Sama Multisektor, Rembug Stunting Kembali Digelar di Paragon

Program ini hadir menjawab sejumlah persoalan yang sebelumnya dihadapi Posyandu Pakan Raba’a. Kehadiran ibu hamil dalam kegiatan posyandu baru mencapai 53,3 persen, sekitar 33 persen ibu hamil masuk kategori kehamilan risiko tinggi, sementara dari 11 kader yang tersedia hanya sekitar lima hingga enam orang yang aktif mengikuti kegiatan. Kader juga belum memperoleh pelatihan atau penyegaran selama dua tahun, sedangkan kelas ibu hamil belum berjalan optimal.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim pengabdi menjalankan sejumlah intervensi, mulai dari koordinasi dengan bidan dan kader, pelatihan kader selama tiga hari, pelaksanaan lima kali kelas ibu hamil, edukasi gizi, skrining hemoglobin (Hb), pemantauan berat badan dan lingkar lengan atas (LILA), pemberian serta pemantauan konsumsi tablet Fe dan mikronutrien, kunjungan rumah hingga pendampingan ibu hamil dan keluarga.

Baca Juga  Pengabdian Masyarakat, Kerjasama Tiga Kampus Jadi Solusi Peternak Puyuh di Nagari Salo Kecamatan Baso Agam

Hasilnya menunjukkan perubahan positif. Seluruh kader atau 100 persen mengikuti pelatihan. Kehadiran kader meningkat dari 54,5 persen menjadi 91 persen, sedangkan kemampuan memberikan edukasi gizi naik dari 45 persen menjadi 88 persen.

Partisipasi ibu hamil juga mengalami peningkatan. Kehadiran dalam kegiatan posyandu naik dari 53,3 persen menjadi 86,7 persen, sementara keterlibatan keluarga melonjak dari 20 persen menjadi 80 persen. Kepatuhan mengikuti kelas ibu hamil mencapai 86,7 persen.

Dari sisi pengetahuan, edukasi mengenai gizi kehamilan, pencegahan anemia dan stunting, perawatan kehamilan, persalinan, masa nifas hingga perawatan bayi baru lahir meningkatkan pengetahuan peserta secara keseluruhan sebesar 35,6 persen. Khusus pemahaman mengenai pencegahan stunting, nilai rata-rata meningkat dari 50 menjadi 88 setelah diberikan edukasi.

Pelayanan kesehatan juga diperkuat. Seluruh 15 ibu hamil mendapatkan skrining Hb, pemantauan berat badan dan LILA, serta tablet Fe dan mikronutrien. Monitoring menunjukkan 86,7 persen atau 13 dari 15 ibu hamil mengonsumsi tablet Fe sesuai anjuran.