KAMPUS

Cegah Masalah Fisik dan Psikososial Anak, Universitas Mercubaktijaya dan UPI YPTK Padang Gelar Pengabdian di SDN 05 Surau Gadang

×

Cegah Masalah Fisik dan Psikososial Anak, Universitas Mercubaktijaya dan UPI YPTK Padang Gelar Pengabdian di SDN 05 Surau Gadang

Sebarkan artikel ini

Pendekatan tersebut dinilai penting, karena anak cenderung lebih mudah menerima pesan ketika disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Kepala SDN 05 Surau Gadang, Asni B., S.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kegiatan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa dalam memperoleh edukasi kesehatan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa karena mereka mendapatkan edukasi kesehatan melalui aktivitas yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan dilakukan secara berkelanjutan di sekolah,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Puskesmas Nanggalo Padang yang terlibat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan anak.

Perwakilan Puskesmas Nanggalo, Yenti, Amd.Keb., mengatakan pencegahan masalah kesehatan perlu dilakukan sedini mungkin. Sekolah, menurutnya, merupakan lingkungan strategis untuk membangun kesadaran kesehatan pada anak.

“Kesehatan fisik dan psikososial anak saling berkaitan. Karena itu, kerja sama antara sekolah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan orang tua sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Kolaborasi antara Universitas Mercubaktijaya, UPI YPTK Padang, SDN 05 Surau Gadang, dan Puskesmas Nanggalo Padang tersebut, sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Group Supportive Therapy dan Play Therapy, murid tidak sekadar menerima materi kesehatan, tetapi juga diajak membangun kebiasaan positif, meningkatkan rasa percaya diri, belajar bersosialisasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan diri dan teman.

Ketua pelaksana berharap program tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan sekolah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya hidup sehat dan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan fisik maupun psikososial anak,” tuturnya.

Program tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan generasi muda tidak cukup dilakukan ketika masalah sudah muncul. Membangun kebiasaan sehat, kemampuan mengelola emosi dan lingkungan sosial yang positif sejak bangku sekolah menjadi investasi penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan. (*)

Baca Juga  Rektor UNAND Tegaskan Tiga Pesan Strategis