AGAM, HARIANHALUAN.ID — Polemik kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Agam semakin memanas. Sebanyak 38 pengurus cabang olahraga (pengcab) dari total 53 pengcab yang hadir dalam pertemuan pada Sabtu (22/8/2026), menyatakan penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) KONI Sumatera Barat (Sumbar) yang menunjuk Caretaker KONI.
Penolakan tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan. Puluhan pengcab yang hadir menuangkan sikap mereka dalam surat pernyataan penolakan terhadap keberadaan caretaker.
Mereka juga menegaskan tetap menginginkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Agam pada 26 Agustus 2026 sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Ketua Umum KONI Agam, Edi Busti, mengatakan pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pengcab untuk menyampaikan sikap mereka secara langsung terhadap SK caretaker yang diterbitkan KONI Sumbar.
“Dalam pertemuan tadi, ada 38 pengcab yang hadir dari 53 pengcab. Mereka menyatakan menolak adanya caretaker Ketua KONI Agam. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan,” ujar Edi Busti.
Menurut Edi, sikap pengcab tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar cabang olahraga di Kabupaten Agam masih menghendaki proses organisasi berjalan melalui mekanisme musorkab, bukan melalui pengambilalihan kepengurusan.
“Teman-teman pengcab tetap ingin musorkab dilanjutkan pada 26 Agustus mendatang. Mereka ingin proses organisasi diselesaikan melalui mekanisme musorkab,” katanya.
Sebelumnya, KONI Sumbar menerbitkan SK Nomor 131 Tahun 2026 tertanggal 20 Agustus 2026 yang mengambil alih kewenangan kepengurusan KONI Agam, sekaligus menunjuk Revdi Iwan Syahputra sebagai caretaker.
Langkah tersebut membuat agenda Musorkab KONI Agam yang telah dipersiapkan untuk 26 Agustus berada dalam situasi yang semakin pelik.
Edi menilai penolakan yang disampaikan pengcab harus menjadi perhatian, karena cabang olahraga merupakan bagian penting dalam keberlangsungan KONI, terutama dalam menghadapi agenda olahraga prestasi, seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026.












