PADANG, HARIANHALUAN.ID – Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Padang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) di SMP Baiturrosyid Boarding School Padang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Edukasi Gizi dan Deteksi Dini Defisiensi Gizi pada Siswa SMP Baiturrosyid Boarding School Padang, sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan” melibatkan 57 siswa kelas VIII dan IX.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pemenuhan gizi, sekaligus mendorong deteksi dini terhadap kondisi yang berhubungan dengan masalah gizi.
Ketua Tim Pengabmas, Defniwita Yuska, SKM, M.Biomed, mengatakan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa ini, kebutuhan zat gizi perlu diperhatikan untuk mendukung pertumbuhan, aktivitas dan kesehatan siswa.
“Edukasi gizi kami berikan agar siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu mereka menjadi lebih selektif dalam memilih makanan dan menyesuaikan pilihan makanan dengan kebutuhan tubuh,” ujar Defniwita.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan deteksi dini melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan untuk memperoleh data antropometri siswa. Sementara itu, pemeriksaan Hb menjadi bagian dari deteksi dini kondisi yang berkaitan dengan defisiensi gizi.
Selain pemeriksaan tersebut, tim juga melakukan wawancara food recall. Wawancara dilakukan untuk menggali informasi mengenai makanan yang dikonsumsi siswa dalam keseharian.
Informasi yang dikumpulkan meliputi menu makanan yang disediakan sekolah, termasuk makanan yang dihabiskan maupun tidak dihabiskan siswa, serta berbagai makanan jajanan yang dikonsumsi.
Menurut Defniwita, informasi mengenai pola konsumsi penting dalam edukasi gizi, karena siswa perlu memahami bahwa pilihan makanan sehari-hari berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
“Melalui edukasi ini, kami berharap siswa tidak hanya mengetahui makanan yang bergizi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut ketika memilih makanan. Mereka diharapkan dapat mengambil makanan sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumsi serta berupaya menghabiskan makanan yang sudah diambil,” ujarnya.












