Kepala Unit BIP dan Aplikasi PT Semen Padang, Yelmi Arya Putra, menambahkan bahwa Sepablock sangat cocok untuk kebutuhan hunian pascabencana yang cepat, aman, dan efisien.
Menurut Yelmi, penggunaan Sepablock memungkinkan pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 30 hari, tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan.
“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan huntap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa,” ujarnya.
Sementara itu, Emridona menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pembangunan huntap mandiri yang diterimanya. Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan keluarga setelah rumah yang sebelumnya ditempati terdampak bencana hidrometeorologi.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya BNPB, Pemerintah Kota Pariaman, serta PT Semen Padang yang telah membantu kami memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.
Meluasnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah di Sumatera Barat memperkuat harapan terhadap percepatan pemulihan pascabencana. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan yang lebih tangguh. (*)












