Ia juga mengapresiasi kegiatan yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Kalau UMKM kita semakin memahami teknologi digital, mudah-mudahan produk-produk Nagari Tanjung juga semakin dikenal, tidak hanya di Sungayang dan Tanah Datar, tetapi bisa dipasarkan lebih luas,” harapnya.
Pelatihan yang berlangsung hampir setengah hari tersebut menghadirkan Misbah Elyaser, S.I.Kom., M.I.Kom salah seorang dosen muda sekaligus anggota tim PkM, sebagai narasumber.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya diberikan penjelasan mengenai Canva, tetapi juga diajak langsung mempraktikkan pembuatan desain yang sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.
Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur dasar Canva, mulai dari memilih template, menentukan ukuran desain, memasukkan foto produk, menambahkan tulisan, memilih jenis dan ukuran huruf, mengatur komposisi warna, hingga menyusun informasi produk agar terlihat lebih menarik dan mudah dibaca.
Misbah juga memberikan pemahaman bahwa desain promosi bukan sekadar membuat tampilan yang indah, tetapi bagaimana sebuah desain mampu menyampaikan pesan kepada konsumen secara cepat dan jelas.
Para peserta kemudian diarahkan untuk membuat materi promosi berdasarkan produk usaha mereka sendiri. Dengan demikian, hasil pelatihan dapat langsung digunakan untuk kebutuhan promosi di media sosial maupun media digital lainnya.
“Kami ingin peserta tidak hanya tahu apa itu Canva, tetapi pulang dari kegiatan ini dengan membawa kemampuan yang bisa langsung mereka gunakan. Karena itu, metode pelatihannya lebih banyak praktik. Peserta mencoba membuat desain sendiri berdasarkan produk yang mereka miliki,” jelas Misbah.
Menurutnya, kemampuan membuat konten visual secara mandiri dapat membantu UMKM menghemat biaya promosi sekaligus membuat mereka lebih aktif dalam membangun komunikasi dengan konsumen melalui media digital.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Para pelaku UMKM aktif mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan aplikasi hingga praktik membuat desain promosi.
Salah seorang peserta, Angel, pelaku UMKM di bidang kuliner yang memproduksi ikan maco, mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Selama ini saya ingin membuat promosi produk yang lebih bagus, tetapi belum tahu caranya. Setelah mengikuti pelatihan ini, ternyata membuat desain promosi tidak sesulit yang saya bayangkan. Canva sangat membantu karena kita bisa membuat desain sendiri dengan cara yang cukup mudah,” ungkap Angel.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk mempromosikan produk ikan maco nya melalui media sosial. “Sekarang saya jadi lebih percaya diri untuk membuat promosi sendiri. Mudah-mudahan dengan tampilan promosi yang lebih menarik, produk saya juga semakin dikenal dan bisa mendapatkan lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
Kegiatan PKM Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi.
Melalui pelatihan sederhana dan aplikatif, pelaku UMKM Nagari Tanjung didorong untuk tidak hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga mampu mengkomunikasikan, mempromosikan, dan membangun daya tarik produknya di ruang digital.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penguatan kapasitas pelaku UMKM di Nagari Tanjung sehingga semakin siap memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari pengembangan usaha.
Bagi Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi pelaksanaan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan semakin mudahnya akses terhadap teknologi digital, kemampuan berkomunikasi secara kreatif menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk terus berkembang dan memperluas jangkauan pasarnya. (*)












