SUMBARPASAMAN

Berawal dari WhatsApp Group Koturunen Rao, Kini Berdiri Masjid Megah Terapung dan Rumah Tahfidz ICR di Pasaman

×

Berawal dari WhatsApp Group Koturunen Rao, Kini Berdiri Masjid Megah Terapung dan Rumah Tahfidz ICR di Pasaman

Sebarkan artikel ini

Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS, menyampaikan ICR ini sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Pasaman yaitu Pasaman Berimtaq  yaitu mendirikan rumah tahfidz di setiap kecamatan. 

“Kabupaten pasaman saat ini mengupayakan honor guru ngaji yang berasal dari APBD  sebesar 2,5 juta per masing-masing Rumah Tahfidz di setiap kecamatan,” paparnya.

Disamping itu pendiri pondok tahfidz ICR, Yulima Indra Ahmad,  mengisahkan, latar belakang Pondok ICR ini dibangun  berdasarkan perbincangan dalam sebuah Grup WhatsApp (WA)“Koturunen Rao”, yang mayoritas anggotanya perantau di dalam dan luar negeri. 

Baca Juga  Lagi Mabuk Cinta, Wanita 24 Tahun Ini Nekat Bawa "Si Ganteng" ke Kosan! Ketahuan Warga, Akhirnya Tergrebek

“Awalnya, kita dari keluarga besar pendiri telah menyediakan tanah wakaf. Dengan adanya tanah wakaf dari keluarga, kemudian kita menyampaikan ke teman-teman dan saudara di group WA Koturunen Rao bahwa kita akan membangun sebuah Pondok Tahfidz Al-Qur’an. Alhamdulillah, usulan kita pun direspon positif,” kisahnya. 

Diketahui, peletakan batu pertama pembangunan Pondok Tahfidz Darul Qur’an Islamic Centre Rao (ICR) dilakukan oleh Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis pada 15 Agustus 2017 lalu. Sementara peresmian pemakaian gedung dilakukan oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno tanggal 23 Februari 2019. (*) 

SIJUNJUNG

SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muaro Sijunjung bersinergi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menyelenggarakan program Tailor Made Training bagi para warga binaan. Pelatihan keterampilan berbasis kemandirian ini dibuka secara resmi pada Selasa (22/9) oleh Kadis Nakertrans…