PENDIDIKAN

Guru PAI Pasaman Didorong Perkuat Pendidikan Karakter untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

×

Guru PAI Pasaman Didorong Perkuat Pendidikan Karakter untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, HALUAN – Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pasaman menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan pendidik. Penguatan pendidikan karakter dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung dalam Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kabupaten Pasaman mengikuti pelatihan dan pendampingan pendidikan karakter. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menyusun program pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap anak.

Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek RI tahun 2026. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan dalam beberapa tahap dengan melibatkan dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar).

Tahap pertama dilaksanakan pada 20 Juni 2026 dengan materi mengenai teori dan konsep pendidikan karakter. Selanjutnya, pada tahap kedua yang digelar Selasa, 25 Agustus 2026, peserta mendapatkan materi penyusunan program pencegahan kekerasan terhadap anak serta program penyelesaian kasus kekerasan terhadap anak.

Baca Juga  Program Cambridge English Kukuhkan Kemahiran Bahasa Inggris Generasi Muda Sumatera Barat

Kegiatan tahap kedua dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Ishak, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasaman, Furkan, SKM., M.Kes., turut memberikan sambutan dan arahan.

Tim narasumber berasal dari UM Sumbar yang diketuai Dr. Rahmi, MA, bersama anggota Dr. Julhadi, MA dan Dr. Surya Afdal, MA. Kegiatan tersebut juga didukung dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam jenjang strata satu.

Program pelatihan ini dilatarbelakangi pentingnya peningkatan pendidikan karakter di tengah masyarakat. Rendahnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai karakter dinilai dapat berdampak terhadap rendahnya empati, lemahnya kontrol emosi serta munculnya perilaku yang tidak sesuai dengan nilai moral dalam keluarga maupun lingkungan sosial.

Karena itu, guru PAI dinilai memiliki posisi strategis dalam memberikan penguatan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sekaligus mendorong keterlibatan sekolah dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, 12 Politeknik dan AKOM di Bawah Kemenperin Tekan MoU Kerjasama Perguruan Tinggi

Selain pelatihan, program PKM tersebut juga memberikan dukungan fasilitas kepada AGPAI Pasaman berupa meja, kursi dan lemari buku untuk mendukung penyediaan ruang ramah anak. Peserta juga mendapatkan bantuan buku dan modul yang berkaitan dengan pendidikan karakter serta pencegahan kekerasan terhadap anak.Untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program, kegiatan tersebut dilakukan monitoring dan evaluasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMSB. Evaluasi melibatkan dua asesor, yakni Dr. Zulmardi, M.Si. dan Dr. Wedy Nasrul, M.Si.Melalui program tersebut, AGPAI Pasaman diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas guru PAI dalam pendidikan karakter, tetapi juga mampu menghasilkan program konkret yang dapat diterapkan untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. (*)