PADANG

Hari Pertama PFS 2026, Delapan Desainer Hadirkan Warisan Minangkabau dalam Rupa Modern

×

Hari Pertama PFS 2026, Delapan Desainer Hadirkan Warisan Minangkabau dalam Rupa Modern

Sebarkan artikel ini
Pada hari pertama, PFS 2026 menghadirkan delapan desainer dari Kota Padang, Indonesia, dan Australia.

PADANG, HALUAN— Kekayaan budaya Minangkabau kembali mendapat panggung melalui pergelaran Padang Fashion Summit (PFS) 2026.

Acara yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-357 ini berlangsung di The ZHM Premier selama dua hari, Minggu hingga Senin (9–10/8).

Berbagai lini wastra nusantara seperti songket, sulaman, dan tenun, hingga beragam kriya tradisional Sumatra Barat diolah para desainer menjadi karya fesyen kontemporer yang modis tanpa kehilangan identitas lokalnya.

Pada hari pertama, PFS 2026 menghadirkan delapan desainer dari Kota Padang, Indonesia, dan Australia.

Dari Kota Padang dan Indonesia tampil de Irma, Mira Muraza Songket, Andine x Karhizka, Sisterly by Sherlysalanda, R. Raflen, dan Adhe Suhanda.

Sementara dari Australia hadir Jade Kwan serta Bella Farid by Nornabilah Zulkipli, sebagai upaya PFS membuka ruang pertemuan antara kekayaan budaya Minangkabau dengan perkembangan industri fesyen internasional.

Baca Juga  Kajari Aliansyah Ikut Meriahkan Pasar Murah di Kejati Sumbar

Ketika para model melangkah di atas panggung dengan balutan karya para desainer, yang hadir bukan sekadar kain dan rancangan busana tetapi ada warisan budaya serta karya para perajin yang menemukan ruang baru untuk dikenal.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir yang hadir membuka kegiatan itu mengatakan, pengembangan potensi daerah harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, mulai dari budaya, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

“Padang tidak hanya memiliki kekayaan kuliner, tetapi juga budaya, seni, fesyen dan berbagai kreativitas masyarakat.

Semua potensi ini harus kita rangkai menjadi sebuah pengalaman yang utuh sehingga semakin memperkuat Padang sebagai kota yang memiliki daya tarik di tingkat internasional,” ujar Maigus.

Baca Juga  Perkuat Sinergi, Wako Fadly Amran Silaturahmi dengan Forkopimda

Ia mengatakan, pengembangan Padang sebagai kota gastronomi juga tidak dapat dipisahkan dari kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat.

Gastronomi, menurutnya, tidak hanya berbicara mengenai makanan, tetapi juga mencakup cerita, tradisi, seni, kreativitas serta identitas yang melekat pada sebuah kota.

Oleh karena itu, Maigus berharap berbagai kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Padang ke-357 tidak berhenti pada kemeriahan saat acara berlangsung, tetapi memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kita berharap iven seperti ini tidak hanya ramai ketika pelaksanaan, tetapi juga memberikan manfaat setelah kegiatan selesai.

Desainer kita semakin dikenal, produk UMKM semakin luas pasarnya, perajin semakin berdaya dan wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika datang ke Padang,” tukasnya. (h/ita)