PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan hingga tarif transportasi udara mendorong inflasi di Sumatera Barat pada April 2026. Menariknya, komoditas khas seperti jengkol ikut menjadi salah satu penyumbang tekanan harga di daerah ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Nurul Hasanudin, mengungkapkan inflasi bulanan (month-to-month) Sumbar pada April 2026 tercatat sebesar 0,39 persen.
“Secara umum terjadi kenaikan harga dibanding bulan sebelumnya. Namun secara tahun kalender (y-to-date) masih terjadi deflasi 0,43 persen, dan secara tahunan (year-on-year) inflasi berada di angka 1,97 persen,” ujarnya di Padang, Senin (4/5).
Makanan hingga Transportasi Jadi Pemicu
Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 1,11 persen dan andil 0,12 persen. Komoditas seperti nasi dengan lauk menjadi faktor dominan.
Selain itu, kelompok transportasi turut memberi tekanan signifikan dengan inflasi 0,91 persen (andil 0,10 persen). Kenaikan tajam terjadi pada tarif angkutan udara yang melonjak hingga 32,24 persen.
Tidak hanya itu, beberapa bahan pangan seperti bawang merah, minyak goreng, hingga jengkol juga tercatat memberi kontribusi terhadap kenaikan harga.
“Komoditas yang cukup dominan memengaruhi inflasi di antaranya angkutan udara, bawang merah, minyak goreng, jengkol, dan nasi dengan lauk,” jelas Nurul.
Sebaran Inflasi Daerah
Dari empat wilayah yang menjadi sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar, tiga daerah mengalami inflasi yaitu Kabupaten Dharmasraya: 0,67 persen (tertinggi), Kota Padang: 0,51 persen dan Kota Bukittinggi: 0,17 persen. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,02 persen.
BI: Inflasi Masih Terkendali, Waspadai El Nino
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram yang turut hadir di Kantor BPS saat penyampaian Berita Resmi Statistik, menilai inflasi April masih dalam kondisi terkendali.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak lepas dari kerja sama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), meski tantangan ke depan tetap perlu diwaspadai, terutama faktor cuaca.












