“Kami melihat risiko ke depan cukup besar, terutama dari faktor alam. Tahun ini diperkirakan terjadi fenomena El Nino berdasarkan informasi BMKG, yang bisa berdampak pada produksi pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu gangguan pasokan, terutama jika kekeringan berlangsung panjang.
BI juga menyoroti ketergantungan beberapa daerah seperti Pasaman Barat dan Dharmasraya terhadap pasokan pangan dari luar wilayah.
Karena itu, upaya penguatan kerja sama antar daerah serta kemandirian pangan rumah tangga dinilai penting.
“Masyarakat bisa mulai dari skala kecil, seperti menanam cabai atau beternak di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan dasar,” tambahnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, komoditas sederhana seperti jengkol pun kini tak bisa dipandang sebelah mata karena ikut memberi warna dalam dinamika inflasi Sumatera Barat. (*)












