PADANG PARIAMAN

JKA Tekankan Pentingnya Peran Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

×

JKA Tekankan Pentingnya Peran Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

Sebarkan artikel ini

Keterangan Foto : Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada apel gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di halaman Kantor Bupati, IKK Parit Malintang, Senin (6/7/2026). IST

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN pada apel gabungan di halaman Kantor Bupati, IKK Parit Malintang, Senin (6/7).

Di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN), Bupati mengawali pidato dengan sebuah pertanyaan yang menggugah kesadaran setiap orang tua.

“Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?” ujarnya.

Menurutnya, pertanyaan tersebut bukan sekadar refleksi, melainkan ajakan kepada seluruh keluarga Indonesia untuk kembali memperkuat perannya sebagai sekolah pertama bagi anak sekaligus benteng utama dalam menghadapi derasnya perubahan zaman.

JKA menyampaikan, dunia saat ini memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat, penuh ketidakpastian, kompleksitas, serta tantangan yang terus berkembang.

Baca Juga  Gandeng Pramuka, Kejari Pasaman Barat Tanam Pohon Pelindung di Pantai Sikabau

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, anak-anak semakin mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas. Tanpa pendampingan orang tua, kondisi tersebut berpotensi menggerus nilai moral, karakter, hingga masa depan generasi muda.

“Jika keluarga rapuh, maka anak-anak akan kehilangan tempat paling aman untuk bertumbuh. Karena itu, memperkuat keluarga bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” ujarnya saat membacakan pidato Menteri.

Ia menegaskan, Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi yang menjadi peluang emas menuju Indonesia Emas 2045. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila lahir generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter. Sebaliknya, bonus demografi dapat berubah menjadi beban apabila kualitas SDM gagal dipersiapkan.

Karena itu, pembangunan manusia harus dimulai dari rumah melalui penguatan tiga fondasi utama, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Pencegahan stunting, pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan, pembentukan karakter sejak usia dini, hingga terciptanya lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa.

Dalam pidato tersebut, perhatian khusus juga diberikan terhadap peran ayah dan ibu dalam pengasuhan. Kehadiran orang tua, katanya, tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta keterlibatan aktif dalam proses tumbuh kembang anak.

Baca Juga  Cuti Tanpa Keterangan, 12 ASN Pemko Padang Terancam Sanksi

Lebih lanjut ia mengajak seluruh orang tua agar tidak membiarkan gawai mengambil alih peran keluarga.

“Jangan biarkan anak-anak kita lebih mengenal layar daripada pelukan orang tuanya. Luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka, makan bersama, berdialog, serta membangun kedekatan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Rumah harus menjadi tempat yang paling nyaman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan, berbagai persoalan sosial seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas menjadi alarm bagi seluruh keluarga untuk kembali memperkuat fungsi pengasuhan.

Menurutnya, menjaga anak bukan hanya menjadi tugas sekolah maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari rumah. Ketika keluarga utuh, harmonis, dan saling menguatkan, anak akan tumbuh dengan rasa aman, memiliki pegangan hidup, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan.

“Keutuhan keluarga adalah benteng pertama dan terakhir dalam melindungi anak-anak kita. Tidak ada pembangunan yang lebih penting daripada menjaga keluarga tetap harmonis, karena dari keluargalah lahir pemimpin, ilmuwan, tenaga profesional, dan generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” tegasnya. (h/rat)