Selain pencarian, petugas gabungan juga mengevakuasi warga dari lokasi yang dinilai rawan. Sejumlah titik pengungsian disiapkan untuk menampung masyarakat terdampak.
Kapolda juga memastikan kepolisian juga menyiapkan dukungan logistik bagi warga, petugas dan relawan yang berada di lokasi bencana.
“Kami akan segera membuka dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak. Seluruh sumber daya yang diperlukan akan kita optimalkan agar penanganan bencana ini dapat berlangsung cepat dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polres Solok membuka Pos DVI Ante Mortem di RSUD Arosuka. Pos tersebut melayani pendataan serta pengumpulan informasi dari keluarga yang melaporkan anggota keluarganya belum ditemukan.
Kapolda mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati kawasan yang masih berisiko, terutama perbukitan, bantaran sungai dan titik yang berpotensi mengalami longsor susulan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama karena kondisi cuaca masih dapat berubah. Jangan memasuki area yang dinilai berbahaya dan ikuti informasi maupun arahan resmi dari petugas,” tegasnya.
Hingga Selasa (22/9/2026), pencarian korban, evakuasi warga, pembersihan material serta pendataan dampak galodo masih berlangsung.
Seluruh unsur gabungan terus dikerahkan untuk menangani dampak bencana dan memulihkan akses di kawasan terdampak. (*)












