KAMPUS

KKN UNP 2026 Hadirkan Inovasi Cegah Stunting di Lubuk Sao, Pola Makan Sehat Mulai jadi Kebiasaan Warga

×

KKN UNP 2026 Hadirkan Inovasi Cegah Stunting di Lubuk Sao, Pola Makan Sehat Mulai jadi Kebiasaan Warga

Sebarkan artikel ini

LUBUK SAO, HARIANHALUAN.ID – Persoalan anak sulit makan, berat badan yang tidak kunjung naik, hingga kebingungan orang tua menentukan menu bergizi selama ini menjadi tantangan yang dihadapi sebagian keluarga di Jorong Lubuk Sao, Nagari Dalko.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) 2026 menghadirkan program pencegahan stunting berbasis edukasi, pendampingan dan pemberdayaan keluarga.

Melalui program yang berlangsung selama lima pekan, mahasiswa KKN UNP bersama Rumah Desa Sehat (RDS) Nagari Dalko memperkenalkan berbagai inovasi sederhana namun berkelanjutan, mulai dari kalender menu harian, jadwal makan anak, pemberian makanan tambahan (PMT), hingga pemanfaatan tanaman gizi yang dapat ditanam di pekarangan rumah.

Program tersebut dirancang sebagai solusi praktis yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri, sehingga upaya pencegahan stunting tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, melainkan menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan keluarga.

Baca Juga  Kota Padang Terus Perkuat Strategi Penurunan Stunting

Berdasarkan hasil observasi mahasiswa bersama Tim Rumah Desa Sehat (RDS), terdapat tujuh anak di Jorong Lubuk Sao yang menjadi perhatian khusus, karena berisiko mengalami stunting maupun masalah gizi lainnya. Mulai dari berat badan yang tidak stabil hingga kekurangan gizi, kondisi tersebut menjadi fokus utama pendampingan selama pelaksanaan KKN.

Selama lima pekan, mahasiswa menjalankan program secara bertahap. Pada pekan pertama, dilakukan sosialisasi kesehatan disertai pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat, sekaligus kunjungan langsung ke rumah keluarga sasaran.

Memasuki pekan kedua, mahasiswa menyusun kalender kreatif berisi jadwal makan dan menu harian bergizi, agar orang tua lebih mudah menyiapkan makanan bagi anak. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga mulai dilaksanakan melalui penyediaan makanan bergizi seperti telur rebus, puding daun kelor, serta buah-buahan.

Baca Juga  KKN UNP 2026 Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan Nagari Bersama DPMN Agam

Pada pekan ketiga, program diperluas dengan pembagian tanaman gizi mini, seperti bayam brazil, kangkung dan kunyit, sehingga keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi dari hasil kebun rumah sendiri. Kegiatan PMT terus berlanjut hingga pekan keempat.

Sementara pada pekan kelima, mahasiswa kembali melakukan pemantauan pertumbuhan anak melalui pengukuran berat badan dan perkembangan gizi. Orang tua yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan juga diberikan apresiasi berupa penghargaan “Keluarga Hebat”, sebagai bentuk motivasi agar terus menjaga pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Program ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari 37 peserta yang mengikuti sosialisasi, tingkat pemahaman mengenai pencegahan stunting meningkat signifikan. Nilai rata-rata pre-test yang semula hanya mencapai 55,38 persen meningkat menjadi 97,57 persen pada hasil post-test.