PADANG, HARIANHALUAN.ID— Kepedulian terhadap ancaman bencana ekologis mulai diwujudkan Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (HIMASTERIKOM) Universitas Andalas (UNAND) melalui gerakan reboisasi dan adopsi pohon di kawasan hulu DAS Sianok.
Program yang digagas Ketua HIMASTERIKOM UNAND, Muhammad Fauzi, yang juga jurnalis Harian Haluan, tersebut direncanakan berlangsung di Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, akhir November 2026 mendatang.
Kegiatan itu dipersiapkan sebagai bagian dari peringatan satu tahun bencana ekologis Sumatera Barat, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Rencana tersebut mendapat dukungan dari Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Muslim M Yatim, saat menerima silaturahmi dan audiensi pengurus HIMASTERIKOM UNAND, Selasa (15/9/2026) kemarin.
Muslim M Yatim mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam isu konservasi dan kebencanaan. Menurutnya, mitigasi tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan, termasuk menjaga lingkungan dan kawasan hulu.
“Konservasi dan kebencanaan itu berkaitan. Mitigasi itu pencegahan, penyelamatan. Saya sangat mendukung kegiatan positif ini karena ini adalah bagian dari upaya penguatan resiliensi masyarakat Sumbar terhadap ancaman bencana ” kata Muslim.
Ia menilai gerakan yang dilakukan HIMASTERIKOM merupakan bentuk keterlibatan generasi muda dalam merespons persoalan lingkungan yang dihadapi Sumatera Barat.
Senator DPD RI dua periode itu bahkan mendorong HIMASTERIKOM tidak berhenti pada kegiatan penanaman pohon, tetapi ikut menyuarakan persoalan kebencanaan dan pemulihan lingkungan kepada publik.
“Saya adalah orang yang sangat peduli dengan kebencanaan. Mari bersama-sama kita suarakan isu Penyelamatan lingkungan ini. Saya juga akan bersuara di DPD-RI,” ungkapnya.
Program reboisasi dan adopsi pohon tersebut tidak hanya digerakkan HIMASTERIKOM UNAND. Hingga kini, sejumlah organisasi telah menyatakan ikut berpartisipasi.
Di antaranya Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Sumbar, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Al-Kahfi, serta Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO).
Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas gerakan pemulihan kawasan hulu sekaligus membangun kepedulian lintas organisasi terhadap kelestarian lingkungan.
Bagi Fauzi, keterlibatan HIMASTERIKOM dalam isu ekologis merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa komunikasi kepada masyarakat. Keilmuan komunikasi tidak hanya digunakan untuk berbicara dan mengelola informasi, tetapi juga untuk membangun kesadaran publik mengenai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.












