PADANG

LKAAM Padang Didorong Perkuat Peran Hadapi Persoalan Sosial

×

LKAAM Padang Didorong Perkuat Peran Hadapi Persoalan Sosial

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Padang mendorong lembaga adat mengambil peran lebih kuat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial sekaligus membina generasi muda. Penguatan tersebut dinilai penting karena lembaga adat memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan struktur sosial di tingkat nagari.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang bersama Kerapatan Adat Nagari (KAN) dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan seperti narkoba, LGBT, tawuran, hingga berbagai penyakit masyarakat.

“Penyamaan persepsi antara LKAAM, KAN, pemerintah, dan instansi terkait sangat penting agar berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara efektif, dengan tetap menghormati fungsi masing-masing lembaga,” ujar Fadly saat menerima audiensi pengurus LKAAM Kota Padang di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Rabu (9/9/2026).

Menurut Fadly, penguatan peran lembaga adat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Kota Padang yang mengedepankan nilai agama dan budaya melalui program Sinergi Nagari.

Baca Juga  PJKIP Padang Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Murid SD Terdampak Banjir

Karena itu, pemerintah tidak hanya membutuhkan lembaga adat sebagai penjaga nilai dan tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang ikut mendorong pembinaan anak kemenakan serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih kondusif.

Penguatan peran tersebut akan menjadi salah satu konteks penting dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX LKAAM Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada 22 September 2026. Musda akan menjadi momentum memilih kepengurusan LKAAM Kota Padang periode 2026–2031 sekaligus menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.

Fadly mendorong pelaksanaan Musda mengedepankan semangat musyawarah dan mufakat. Menurutnya, proses konsolidasi organisasi perlu menghasilkan kepengurusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga adat dan pemerintah.

Pemko Padang juga menyatakan kesiapan memfasilitasi kegiatan LKAAM serta membuka ruang kolaborasi yang jelas. Dengan demikian, niniak mamak dan tokoh adat dapat berkontribusi lebih aktif dalam agenda pembangunan daerah, terutama dalam aspek pembinaan sosial dan generasi muda.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo bersama jajaran pengurus, pengurus LKAAM kecamatan, serta perwakilan KAN se-Kota Padang. Fadly didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail dan Kepala Badan Kesbangpol Kota Padang Syahendri Barkah.

Baca Juga  Komisi VI Pastikan Pembangunan Huntara di Batang Anai Berjalan Optimal

Ketua LKAAM Kota Padang Syafril Ulbi Datuak Bagindo Rajo mengapresiasi dukungan Pemko Padang terhadap pelaksanaan Musda IX. Menurutnya, persiapan telah dilakukan dengan menghimpun masukan dari KAN dan jajaran LKAAM.

Ia berharap Musda menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat persatuan lembaga adat, meningkatkan keterlibatan niniak mamak dalam pembangunan, serta mengoptimalkan fungsi pembinaan terhadap anak kemenakan.

Dengan demikian, Musda IX tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum memperjelas kembali kontribusi lembaga adat dalam pembangunan Kota Padang. Kolaborasi pemerintah dan lembaga adat diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus memastikan nilai agama dan budaya tetap menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda. (*)