SUMBARUTAMA

Perbaiki Jalan Rusak Berlubang, Pemprov Sumbar Usulkan Rp100 Milliar Lebih IJD

×

Perbaiki Jalan Rusak Berlubang, Pemprov Sumbar Usulkan Rp100 Milliar Lebih IJD

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID—— Sumatera Barat (Sumbar) tengah menanti kepastian dukungan anggaran pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Pemerintah Provinsi Sumbar mengusulkan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk penanganan sejumlah ruas jalan strategis.

Usulan tersebut kini berada di meja Kementerian Pekerjaan Umum dan masih menjalani proses verifikasi oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar, Armizoprades, mengatakan usulan IJD tersebut telah disampaikan melalui Balai dan saat ini seluruh pengajuan dari kabupaten/kota juga telah diperiksa.

Baca Juga  Sebanyak 152 Orang Meninggal, 220 Hilang : DVI Polda Sumbar Percepat Identifikasi Korban Galodo

“Usulan IJD tahun 2026 sudah kita sampaikan melalui Balai dan saat ini masih dalam proses verifikasi. Informasi awalnya minimal sekitar Rp100 miliar, sementara usulan kita lebih dari itu,” ujarnya kepada Haluan Kamis (20/9)

Menurutnya, pemerintah provinsi mengusulkan lima ruas jalan utama untuk mendapatkan dukungan melalui skema IJD. Sementara penanganan ruas lainnya diarahkan melalui Transfer ke Daerah (TKD).

Armizoprades menyebut, hingga September 2026, pelaksanaan program yang bersumber dari TKD yang dikelola BMCKTR Sumbar juga terus berjalan. Realisasi fisik telah mencapai 36,90 persen, sedangkan realisasi keuangan berada di angka 20,95 persen.

Baca Juga  Ketua DPRD Dorong Pengelola Anjungan Sumatera Barat Gencarkan Promosi Budaya Daerah

Dengan total dana TKD yang dikelola BMCKTR mencapai lebih dari Rp258 miliar, pemerintah daerah memastikan pengerjaan masih berada dalam tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan.

“Semua kita kerjakan sesuai tahapan, mulai dari perencanaan, pengadaan barang dan jasa, lelang fisik sampai pengawasan. Sejauh ini semuanya on the schedule,” ujarnya.

Armizoprades menegaskan hingga kini tidak terdapat pekerjaan yang harus menjalani tender ulang. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu indikator bahwa pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai rencana.