KAMPUSPENDIDIKAN

LSF Gandeng UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Literasi Media dan Budaya Sensor Mandiri.

×

LSF Gandeng UIN Imam Bonjol Padang Perkuat Literasi Media dan Budaya Sensor Mandiri.

Sebarkan artikel ini
LSF
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LSF RI dan UIN Imam Bonjol Padang dalam kegiatan LSF Goes to Campus, Kamis (25/6/2026). Dafit

PADANG, HARIANHALUAN.ID Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia menggelar kegiatan LSF Goes to Campus di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Kamis (25/6/2026), sebagai bagian dari kampanye Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNBSM). Dengan mengusung tema “Memajukan Budaya Menonton Sesuai Usia”.

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 dosen dan mahasiswa tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kalangan akademisi, tentang pentingnya memilih tontonan sesuai klasifikasi usia di tengah derasnya arus informasi digital.

Ketua LSF RI, Naswardi, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bentuk komitmen LSF dalam melindungi masyarakat dari dampak negatif film maupun iklan film yang tidak sesuai dengan penggolongan usia penonton.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah memudahkan masyarakat mengakses berbagai konten audiovisual melalui platform digital dan media sosial tanpa batas ruang dan waktu. Karena itu, kemampuan untuk memilah dan memilih tontonan menjadi semakin penting.

“LSF berkomitmen melindungi masyarakat dari dampak buruk film dan iklan film. Kami juga terus melakukan sosialisasi mengenai penggolongan usia sebagai panduan bagi masyarakat dalam memilih tontonan yang aman dan berkualitas,” ujar Naswardi.

Baca Juga  Telkomsel Digital Empowering for Community, Persiapkan Siswa SMAN 1 Tanjungpinang Hadapi Persaingan di Era Digital

Ia menegaskan, klasifikasi usia yang tercantum pada setiap film harus menjadi pertimbangan utama sebelum masyarakat memutuskan untuk menonton.

“Dengan mengikuti klasifikasi usia yang telah ditetapkan, masyarakat dapat menikmati film yang sesuai dengan tingkat kedewasaan penonton dan memberikan dampak positif,” katanya.

LSF Edukasi Mahasiswa Pilih Tontonan Sesuai Usia

Selain mengedukasi masyarakat, LSF juga terus membangun komunikasi dan dialog dengan para pemangku kepentingan perfilman guna memperkuat industri film nasional agar mampu bersaing dengan produk perfilman asing.

Pada kesempatan yang sama, LSF RI dan Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerja sama dalam bidang pendidikan, literasi media, serta pengembangan perfilman.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan penulis film Jangan Buang Ibu, Saskia Chadwick, sebagai narasumber. Dalam sesi diskusi, ia berbagi pengalaman mengenai proses kreatif produksi film dan perjalanan kariernya di industri perfilman nasional.

Baca Juga  Siapkan Lapangan Kerja untuk Lulusan, Politeknik ATI Padang Gandeng PT Unilever Indonesia

Kehadiran Saskia mendapat sambutan antusias dari peserta. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan menggali informasi mengenai peluang berkarier di industri kreatif.

Saskia berharap semakin banyak generasi muda memahami pentingnya budaya sensor mandiri sehingga mampu menjadi penonton yang cerdas dan bertanggung jawab dalam memilih tontonan yang sehat, berkualitas, serta sesuai dengan klasifikasi usia.

Sementara itu, Rektor UIN Imam Bonjol Padang melalui Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Murisal, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, edukasi mengenai literasi media dan penggolongan usia sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika berbagai konten digital dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

“Pemahaman terhadap literasi media menjadi sangat penting untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif konten yang berkembang begitu cepat,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30 hingga 12.30 WIB itu juga dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Sumatera Barat, Rudy Rinaldy.