HEADLINEHALUAN

Mendorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

×

Mendorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Desmon Korina

Sebagai anggota DPRD, ia mendorong sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan peningkatan kualitas generasi muda. Di antaranya adalah program pelatihan life skill bagi perempuan usia produktif, serta pendidikan berkelanjutan bagi anak-anak yang putus sekolah. Menurutnya, kedua hal ini menjadi kunci dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan masa depan yang lebih baik.

Mesrawati juga menegaskan bahwa DPRD harus semakin responsif terhadap berbagai isu yang dihadapi perempuan dan anak. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepekaan terhadap kondisi di lingkungan masyarakat, menggali informasi terkait kasus kekerasan, pelecehan, dan perundungan, serta memperkuat kolaborasi dengan pihak-pihak yang bergerak di bidang perlindungan perempuan.

Terkait peran perempuan dalam pengambilan kebijakan, Mesrawati menilai saat ini posisi perempuan di daerah sudah semakin kuat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya perempuan yang telah menduduki jabatan-jabatan penting, sehingga mampu memberikan perspektif yang lebih inklusif dalam setiap keputusan yang diambil.

Baca Juga  Bupati Dharmasraya Minta Semua Unsur Terkait Operasi Ketupat untuk Berikan Kenyamanan Masyarakat Rayakan Lebaran

Melalui peringatan Hari Kartini, Mesrawati berharap semakin banyak perempuan yang berani tampil, berkontribusi, dan mengambil bagian dalam pembangunan, tanpa ragu untuk bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di berbagai bidang.

Menjaga Adat di Era Modern

Di sisi lain, Ketua Bundo Kanduang Nagari Aua Kuniang, Asmarini memandang perempuan Minangkabau memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga rumah tangga, tetapi juga sebagai pilar utama pelestarian adat.

Menurut Asmarini, bundo kanduang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Peran tersebut diwujudkan melalui upaya melestarikan adat, mendidik keluarga dalam hal sopan santun, agama, serta nilai-nilai budaya.

Selain itu, bundo kanduang juga memiliki peran penting dalam mengelola harta pusaka dan turut menentukan kebijakan dalam kaum, berdampingan dengan niniak mamak. Ia menekankan bahwa seorang Bundo Kanduang harus mampu menjadi teladan, baik dari segi moral maupun keaktifan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Baca Juga  Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM

Perempuan, ia melanjutkan, juga berkontribusi besar dalam pembangunan nagari. Sebagai ibu, perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anak dalam membentuk karakter generasi penerus. Di samping itu, perempuan didorong untuk aktif dalam kegiatan ekonomi melalui UMKM guna menciptakan kemandirian keluarga. Keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti PKK, posyandu, dan organisasi kemasyarakatan lainnya juga menjadi wadah bagi perempuan untuk berperan sekaligus melatih kepemimpinan.

Namun demikian, ia tidak menampik adanya berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam menjaga adat dan budaya. Arus globalisasi dan modernisasi telah memengaruhi pola pikir generasi muda yang cenderung lebih tertarik pada gaya hidup modern.

Di sisi lain, banyak perempuan saat ini harus menjalankan peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pencari nafkah, sehingga perhatian terhadap pelestarian adat menjadi terbagi. Selain itu, kurangnya regenerasi pelaku adat juga menjadi tantangan tersendiri.