KABA RANAHPASAMAN BARATRANAH & RANTAU

Nagari Kapa Gelar FGD Pemetaan Analisis Layanan 1.000 HPK untuk Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

×

Nagari Kapa Gelar FGD Pemetaan Analisis Layanan 1.000 HPK untuk Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

PASBAR, HARIANHALUAN ID — Pemerintah Nagari Kapa Kecamatan Luhak Nan duo Kabupaten Pasaman Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait Pemetaan Analisis Layanan Sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam rangka percepatan konvergensi penanganan stunting, Rabu (10/6), di Aula Kantor Wali Nagari Kapa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil scorecard Kuartal I tahun 2026 yang memetakan capaian layanan terhadap sasaran 1.000 HPK di Nagari Kapa. FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari unsur pemerintah, kesehatan, pendidikan, tokoh masyarakat, hingga kader pembangunan dan kader posyandu.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Tenaga Ahli Kabupaten Pasaman Barat, Camat Luhak Nan Duo, Puskesmas Ophir, KUA Kecamatan Luhak Nan Duo, Bamus Nagari Kapa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, para Kepala Jorong, TP-PKK Nagari dan Kejorongan, Pendamping Desa, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Rumah Desa Sehat (RDS), guru PAUD, serta kader Posyandu se-Nagari Kapa.

Baca Juga  Perti Bangun Universitas Pertama di Kota Padang

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, peserta membahas berbagai permasalahan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

Selain itu, dilakukan identifikasi terhadap layanan yang telah berjalan maupun layanan yang masih memerlukan penguatan agar seluruh sasaran 1.000 HPK dapat terlayani secara optimal.

Wali Nagari Kapa Nofrizon melalui Sekna menyampaikan bahwa FGD ini menjadi bagian penting dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Guspardi Gaus Masuk Radar Maju Pilkada 2024, Ini Katanya

Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan berbagai hambatan dalam pelaksanaan program konvergensi stunting dapat diatasi secara bersama-sama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan diperoleh rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang menjadi dasar perbaikan layanan bagi kelompok sasaran 1.000 HPK.

“Dengan demikian, kualitas kesehatan ibu dan anak di Nagari Kapa dapat terus meningkat serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang,”katanya. (*)