BREAKING NEWSHEADLINE

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4 Triliun untuk Pembenahan Perlintasan Kereta Api

×

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp4 Triliun untuk Pembenahan Perlintasan Kereta Api

Sebarkan artikel ini
Gerbong khusus wanita ringsek usai kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Berangkat dari peristiwa tragis ini, pembenahan perlintasan sebidang kereta api kembali menjadi perhatian serius. IST

Sementara dari sisi budaya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan. Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan isyarat saat melintasi perlintasan sebidang.

“Hingga April 2026, Divre II Sumbar telah melakukan serangkaian aksi nyata di lapangan, meliputi penutupan 2 titik perlintasan liar yang berisiko tinggi, sosialisasi intensif di 17 titik perlintasan resmi, pemasangan tiga banner imbauan di titik-titik rawan kecelakaan, hingga edukasi sepanjang jalur KA yang dibarengi dengan pemberian bantuan CSR berupa sarana olahraga bagi masyarakat,” kata Reza.

Di lain pihak, PT KAI Divre II Sumbar juga berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, pemerintah daerah, dan masyarakat luas dapat mewujudkan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Hal ini krusial demi mendukung kelancaran operasional transportasi massal dan melindungi nyawa setiap masyarakat.

Anggarkan Rp4 Triliun

Di tingkat nasional, merespons kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line, Presiden RI menginstruksikan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyiddin untuk melakukan pembenahan dan penataan perlintasan kereta api di Indonesia.

Baca Juga  Jemaah Tarekat Syattariah di Bukittinggi Lebaran Senin 24 April 2023

“Saya sudah perintahkan, segera kami akan perbaiki semua, ya lintasan tersebut,” kata Prabowo saat mengunjungi para korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4)

Prabowo mengungkapkan bahwa sejak dibangun pada masa kolonial Belanda, tidak banyak perbaikan perlintasan yang dilakukan. Banyak perlintasan kereta api yang tidak memiliki penjaga atau jembatan penyeberangan (flyover). “Di Jawa saja ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini, ini saya kira dari zaman Belanda ya, sudah berapa puluh tahun. Sekarang kita selesaikan semua itu,” ucapnya.

Perbaikan perlintasan akan dilakukan dengan dua cara, membangun pos-pos penjagaan perlintasan atau flyover. Terkhusus Bekasi, Prabowo mengaku sudah menyetujui permohonan Pemerintah Daerah (Pemda) Bekasi untuk pembuatan flyover.

“Secara garis besar memang kami perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya. Kami segera akan atasi Pemda Bekasi telah mengajukan dibuat flyover karena Bekasi ini juga padat dan keperluan kereta api itu sangat penting, sangat-sangat mendesak. Jadi, saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden,” katanya.

Baca Juga  RESENSI BUKU: Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur

Dalam lingkup nasional, ia akan segera menunjuk pelaksana perbaikan perlintasan. Setidaknya, anggaran sebesar Rp4 Triliun sudah disiapkan untuk program perbaikan perlintasan ini. “Kami perhitungkan sekitar hampir Rp4 triliun ya. Demi keselamatan dan karena kita sangat perlu kereta api. Sekarang saatnya, karena sudah berapa puluh tahun tidak dilakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) sekitar pukul 20.52 WIB, ketika sebuah KRL yang sedang berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.