Benturan antara KRL di jalur 1 arah Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat terjadi sangat keras hingga merusak parah gerbong KRL paling belakang, khususnya gerbong wanita, dan menyebabkan banyak penumpang terjepit di dalam rangkaian kereta.
Proses evakuasi kemudian diperkuat oleh tim SAR dan Basarnas yang menggunakan peralatan khusus untuk membongkar gerbong dan menyelamatkan korban. Evakuasi berlangsung berjam-jam hingga dini hari, dengan jumlah korban terus diperbarui seiring ditemukannya korban baru.
Data terbaru menyebut jumlah korban yang meninggal dunia adalah 14 orang. Sementara korban luka tercatat sebanyak 84 orang. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sedangkan korban luka mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Berdasarkan keterangan PT KAI, kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur tak terlepas dari rangkaian kejadian taksi Green SM Indonesia yang tertabrak KRL di perlintasan rel. Sebelum kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, taksi Green SM dihantam KRL di daerah Bulak Kapal karena taksi listrik tersebut terhenti di tengah perlintasan.
Kendaraan itu berada di area rel sebelum akhirnya tertemper KRL menuju arah Jakarta. Kondisi itu menyebabkan perjalanan commuter line dari Jakarta menuju Cikarang terganggu dan rangkaian berhenti di jalur.
Tak berselang jauh, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menabrak KRL yang tengah berhenti. Benturan keras pun tak terhindarkan hingga menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL.
“Jadi ada taksi yang menabrak KRL. Di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Ini yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada KA Argo Bromo,” kata Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, Senin (27/4) malam.
Sementara itu, perusahaan taksi Green SM Indonesia menyatakan menaruh perhatian penuh pada insiden di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur tersebut. “Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi Green SM Indonesia di Instagram @id.greensm. (h/dan)












