Dony Oskaria pada pertemuannya dengan Pemprov Sumbar menegaskan bahwa percepatan investasi menjadi kunci agar Sumbar tidak tertinggal dari daerah lain. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 tercatat melambat di angka 3,4 persen, sementara arus investasi dinilai belum optimal masuk ke sektor produktif.
“Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret seperti penguatan hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta penciptaan ekosistem investasi yang lebih pasti dan kompetitif,” katanya.
Dalam pengembangan pariwisata yang turut menjadi bagian penting dalam strategi investasi tersebut, salah satu rencana yang mencuat adalah penataan kawasan kuliner malam tematik di Lima Puluh Kota.
Konsepnya tidak sekadar pusat kuliner biasa, melainkan kawasan yang dirancang dengan identitas kuat dan daya tarik wisata. Program ini terhubung dengan pengembangan destinasi unggulan seperti Mentawai dan Mandeh yang terus didorong sebagai portofolio investasi daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, Sumbar diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi, memperkuat sektor unggulan, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)












