PADANG, HARIANHALUAN.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Padang memberikan klarifikasi usai sejumlah warga Kota Padang mengeluhkan menurunnya kualitas air bersih yang disalurkan dalam beberapa hari terakhir.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal menjelaskan bahwa Kondisi tersebut merupakan dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir 2025 dan merusak Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun.
“Kami Perumda AM Kota Padang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas masih terjadinya air keruh di sejumlah wilayah pelayanan,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Hendra mengatakan bencana tersebut mengubah kondisi sumber air baku, terutama Sungai Batang Kuranji yang menjadi pemasok utama IPA Gunung Pangilun. Selain itu proses rehabilitasi IPA Gunung Pangilun saat ini masih dikerjakan PT Hutama Karya. Selama pekerjaan berlangsung, distribusi air tetap dilakukan agar pelanggan tidak kehilangan pasokan air dalam waktu lama.
“Ini pilihan yang sulit. Jika pekerjaan dilakukan secara total maka distribusi air akan terhenti selama tiga bulan. Karena itu, kami memilih tetap mengalirkan air kepada pelanggan sembari proses rehabilitasi berlangsung,” ujarnya.
Langkah tersebut berdampak pada penurunan kualitas air yang disalurkan dari reservoir IPA Gunung Pangilun. Air menjadi lebih keruh dan sedikit berbau sehingga hanya disarankan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Namun secara aturan Kemenkes kualitas air yang disalurkan tetap memenuhi syarat sebagai air bersih.
“Tingkat kekeruhan air baku yang meningkat membuat proses pengolahan berlangsung lebih lama, membutuhkan bahan kimia lebih banyak, serta mengurangi kapasitas produksi air bersih. Maka dari pengurasan filter dan reservoir yang sebelumnya dilakukan enam bulan sekali kini menjadi dua bulan sekali. Pencucian pipa sekarang dilakukan setiap hari karena hampir separuh air baku yang masuk berupa lumpur,” ujarnya.
Saat ini rehabilitasi dan rekonstruksi IPA Gunung Pangilun masih berlangsung menggunakan anggaran APBN. Pekerjaan dilaksanakan PT Hutama Karya dengan masa kontrak sejak 22 Desember 2025 hingga 22 Desember 2026.
Perumda AM menargetkan kualitas air akan mulai membaik dalam dua bulan ke depan. Sebagian besar pekerjaan pembersihan filter dan reservoir telah rampung. Dari 12 unit filter yang dibersihkan, tersisa dua filter yang masih dalam proses pengerjaan.
“Keluhan pelanggan menjadi bahan evaluasi bagi Perumda AM Kota Padang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kami berharap permasalahan air keruh segera berakhir seiring selesainya rehabilitasi IPA Gunung Pangilun,” ujarnya. (*)












