“Kami berharap ada penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat pecinta sepak bola, khususnya di Sumatera Barat,” tambahnya.
Keputusan tersebut memunculkan reaksi dari berbagai pihak. Sejumlah tokoh sepak bola, media, pemerhati sepak bola hingga masyarakat Sumatera Barat ikut menyuarakan dukungan dan mempertanyakan regulasi penentuan kuota nasional tersebut.
Sejumlah media sepak bola lokal maupun nasional turut menyoroti persoalan itu. Mereka menilai perjuangan PSPP musim ini layak mendapat apresiasi, terlebih persiapan tim dinilai dilakukan secara serius, mulai dari pembentukan skuad, program latihan hingga kesiapan menghadapi putaran nasional.
Dukungan terhadap PSPP juga datang dari Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Porapar) Busmar Candra. Ia berharap polemik ini dapat dijelaskan secara terbuka oleh PSSI agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di kalangan pecinta sepak bola.
“Kita tentu mendukung langkah PSPP untuk meminta klarifikasi secara resmi. Karena masyarakat juga ingin mengetahui bagaimana dasar penentuan kuota dan tim yang lolos ke putaran nasional,” katanya.
Busmar menilai perjuangan PSPP musim ini patut diapresiasi karena tim telah menunjukkan keseriusan dalam membangun prestasi sepak bola Padang Panjang dan Sumatera Barat.
“Persiapan tim sudah sangat baik, dukungan masyarakat juga luar biasa. Kita berharap persoalan ini bisa mendapatkan penjelasan sehingga ke depan kompetisi berjalan lebih transparan dan fair,” ujarnya.
Kekecewaan juga dirasakan para pendukung PSPP yang sebelumnya berharap tim kebanggaan Kota Serambi Mekkah itu kembali bersaing di level nasional.
Kini publik sepak bola Sumatera Barat menanti jawaban resmi dari PSSI terkait polemik penentuan kuota Putaran Nasional Liga 4 tersebut. (*)












