KESEHATAN

Puskesmas Kapau Perkuat Inovasi PAKET SEMPURNA melalui Pelatihan Kader TB 2026

×

Puskesmas Kapau Perkuat Inovasi PAKET SEMPURNA melalui Pelatihan Kader TB 2026

Sebarkan artikel ini

AGAM, HARIANHALUAN.ID — Puskesmas Kapau memperkuat upaya pengendalian Tuberkulosis (TB) melalui Pelatihan dan Pemilihan Kader Tuberkulosis (TB) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam mendukung pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) sekaligus mengoptimalkan inovasi PAKET SEMPURNA (Pendampingan Keluarga Penderita TB Sehingga Memutus Rantai Penularan).

Pelatihan berlangsung di Puskesmas Kapau pada 21–22 Juli dan dilanjutkan 27–29 Juli 2026. Kegiatan diikuti kader posyandu, termasuk kader TB, sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam upaya menemukan kasus TB sedini mungkin dan memastikan pasien menjalani pengobatan secara tuntas.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah pengelola program di Puskesmas Kapau. Materi disampaikan oleh pengelola program TB, penanggung jawab Posyandu, program lansia, kesehatan jiwa, serta penyakit tidak menular (PTM).

Kepala Puskesmas Kapau, Ade Sri Wahyuni, S.Tr.Keb, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai TB, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam melakukan pendampingan di tengah masyarakat.

“Melalui pelatihan ini kami ingin meningkatkan kapasitas kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Dengan dukungan ILP dan inovasi PAKET SEMPURNA, diharapkan kader mampu mengoptimalkan pendampingan keluarga pasien sehingga rantai penularan TB dapat diputus,” ujarnya, Selasa (11/8).

Baca Juga  Usai Mudik, Mulailah Rutin Konsumsi Makanan dan Minuman Ini

Menurutnya, keberadaan kader di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan primer. Kader dinilai memiliki kedekatan langsung dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggal masyarakat sehingga dapat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan edukasi, menemukan warga yang memiliki gejala mengarah TB, serta mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan.

Melalui pendekatan PAKET SEMPURNA, pendampingan tidak hanya diarahkan kepada pasien TB, tetapi juga melibatkan keluarga. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya pencegahan penularan serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

Pelatihan juga memberikan penguatan terhadap peran kader dalam pelacakan kontak serumah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menemukan kemungkinan kasus TB lainnya di lingkungan keluarga pasien sekaligus memberikan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan penularan.

Fungsional Perawat Pengelola Program TB Puskesmas Kapau, Ns. Auliani Annisa Febri, S.Kep, mengatakan keberhasilan pengobatan TB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat.

“Kader berperan besar dalam menemukan kasus secara dini, mengedukasi masyarakat, memantau kepatuhan pengobatan, serta mendampingi keluarga pasien. Sinergi ini menjadi kunci untuk mempercepat pengendalian TB di wilayah kerja Puskesmas Kapau,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendampingan terhadap pasien menjadi penting untuk memastikan pengobatan dapat dijalani sesuai ketentuan. Dukungan keluarga dan kader diharapkan dapat mencegah pasien menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Baca Juga  Cara Menjaga Hidrasi Tubuh Agar Cairan Seimbang 

Pasalnya, pengobatan TB membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang cukup panjang. Karena itu, keberadaan kader diharapkan dapat menjadi penghubung antara pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan selama proses pengobatan berlangsung.

Selain pelatihan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pemilihan kader TB teladan. Pemilihan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap kader yang dinilai aktif, memiliki kepedulian, serta menunjukkan dedikasi dalam membantu pendampingan pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kapau.

Pemilihan kader TB teladan sekaligus diharapkan dapat mendorong kader lainnya untuk meningkatkan peran dan kontribusi dalam upaya pengendalian TB. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membangun motivasi dan semangat kader dalam menjalankan tugas di masyarakat.

Puskesmas Kapau berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat jejaring antara tenaga kesehatan, kader, keluarga pasien, dan masyarakat. Kolaborasi yang semakin baik diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan risiko penularan TB.

“Melalui penguatan ILP dan inovasi PAKET SEMPURNA, Puskesmas Kapau berkomitmen menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu kekuatan dalam pengendalian Tuberkulosis secara efektif dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)