Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Hernes, menambahkan bahwa pelaksanaan mudik dibagi dalam dua rute perjalanan. Keberangkatan pertama dilakukan pada 16 Maret dari Pelabuhan Teluk Bayur menuju Tuapejat dengan sejumlah titik singgah, seperti Labuhan Bajau, Sikabaluan, dan Muara Saibi.
“Sementara itu, keberangkatan kedua dilakukan pada 18 Maret dari Tuapejat menuju Padang,” kata Hernes.
Program mudik gratis yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Asisten III Bidang Administrasi Umum, Motisokhi Hura, yang hadir dalam pelepasan pemudik, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT Semen Padang. Program ini sangat berarti bagi warga Mentawai, terutama yang ingin pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen Lebaran, tetapi juga pada kesempatan penting lainnya,” ujarnya.
Setelah resmi dilepas, para pemudik mulai menaiki kapal satu per satu. Menjelang keberangkatan, suasana haru terasa di dermaga. Lambaian tangan keluarga dan kerabat mengiringi langkah para pemudik. Ada yang tersenyum, ada pula yang menahan haru.
Perlahan, kapal meninggalkan dermaga. Riak air laut yang tenang menjadi saksi perjalanan ratusan orang yang membawa satu tujuan: pulang kampung dengan selamat, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan Lebaran dengan penuh kebahagiaan. (*)












