HALUAN MADRASAH

Rika Maria Kepala MAN 1 Tanah Datar Narasumber Lokakarya Ponpes Al Makmur Tungkar

×

Rika Maria Kepala MAN 1 Tanah Datar Narasumber Lokakarya Ponpes Al Makmur Tungkar

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, harianhaluan. id – Kepala MAN 1 Tanah Datar Rika Maria tampil sebagai narasumber  pada Lokakarya Peningkatan Mutu Pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Makmur Tungkar, Selasa (30/6/26). 

Rika tampil memaparkan materi bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam”. Konsep segar ini memadukan keunggulan akademik dengan iklim belajar yang humanis, hangat, dan berkarakter luhur.

Bagi Rika Maria, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar jargon pemanis, melainkan prinsip kerja nyata yang diterapkan di ruang kelas.

“Mendidik dengan kasih, membimbing dengan sabar, dan menghargai keunikan setiap anak adalah fondasi utama. Di mana ada rasa aman dan penerimaan, di situ pintu hati murid terbuka lebar. Tanpa landasan ini, metode secanggih apa pun hanya akan melahirkan hafalan yang cepat terlupakan,” katanya. 

Baca Juga  Siswa MTsN 2 Sawahlunto Harumkan Nama Daerah di Ajang Kejurnas IMTC-NASSAU dan IMTC Semen Padang Cup

Semangat kasih sayang ini menjadi penggerak Pembelajaran Mendalam (PM). Siswa tidak lagi hanya dijejali fakta mati untuk dihafal, melainkan diajak menyelami makna ilmu, menghubungkan satu bidang dengan bidang lain, berpikir kritis, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital saat ini, peran guru pun berubah: bukan lagi sekadar “pemberi jawaban”, melainkan pendamping yang memicu rasa ingin tahu, kreativitas, dan kesadaran etis siswa.

Konsep ini bukan sekadar teori. Rika Maria membagikan pengalaman dengan menyusun perangkat ajar yang sarat nilai kebaikan, sistem penilaian yang menyeluruh, serta program pembinaan sosial dan keagamaan, terbukti terjadi perubahan positif signifikan. 

Baca Juga  PPID MAN 1 Tanah Datar Teguhkan Komitmen Keterbukaan Informasi Publik, Wujudkan Pelayanan Prima dan Akuntabel

“Kecemasan belajar menurun drastis, sementara rasa percaya diri murid meningkat pesat. Mereka lebih berani berpendapat dan aktif menciptakan karya,” jelasnya.

Gagasan ini disambut antusias oleh pihak ponpes.Pendidik Ponpes Al Makmur Tungkar menyatakan bahwa pendekatan ini sangat selaras dengan ruh pendidikan pesantren yang sejak dulu berlandaskan kasih sayang dan kedalaman makna ilmu. 

“Apa yang disampaikan memperkuat identitas kami sekaligus memberi kerangka kerja modern yang relevan dengan tantangan zaman,” jelasnya. 

Lokakarya ditutup dengan sesi praktis, di mana peserta merancang rencana pembelajaran yang mengintegrasikan nilai agama, kearifan lokal dan pengalaman hidup nyata mengubah wawasan menjadi aksi nyata di lingkungan masing-masing.(humas).