LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID — Pagi hari seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan bagi para pelajar untuk menuntut ilmu. Dengan seragam rapi dan semangat mengejar cita-cita, mereka datang ke sekolah membawa harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Namun, perjalanan menuju SMPN 2 Mungka di Jorong Lubuak Simato, Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, tidak selalu semulus harapan para siswa.
Jalan yang menjadi akses utama menuju sekolah tersebut masih jauh dari kata layak. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya diaspal dan sebagian lainnya masih terputus-putus menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat yang setiap hari melintasinya.
Ironisnya, di balik kondisi akses jalan yang memprihatinkan itu, berdiri sebuah sekolah yang justru menyimpan segudang prestasi.
SMPN 2 Mungka telah melahirkan banyak alumni yang sukses. Sekolah tersebut juga terus menorehkan berbagai pencapaian yang membanggakan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Kepala SMPN 2 Mungka, Syaiful, ketika ditemui media ini, Senin (27/7), mengatakan berbagai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan bagi sekolah untuk berhenti berkembang.
Pada 2023, misalnya, kepala sekolah berkesempatan mengikuti pelatihan kepala sekolah internasional yang diikuti peserta dari 14 negara. Kemudian pada 2024, SMPN 2 Mungka menjadi salah satu sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai mencapai sekitar Rp3 miliar.
Prestasi sekolah kembali berlanjut pada 2025. SMPN 2 Mungka berhasil meraih peringkat pertama penilaian kinerja sekolah se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Sekolah itu juga menerima BOS Kinerja pada 2024 dan 2025.
Memasuki 2026, SMPN 2 Mungka kembali dipercaya mengikuti program copiloting peningkatan karakter. Program tersebut diikuti sekolah SMP/MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Lima Puluh Kota yang tergabung dalam Kwarcab 07/50 Kota.
Tidak hanya itu, sebanyak 31 siswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.
Deretan prestasi itu seakan menjadi gambaran bahwa dari sebuah sekolah di pelosok daerah, mimpi besar anak-anak tetap tumbuh dan berkembang.
Tetapi di balik segala pencapaian tersebut, masih ada satu pekerjaan rumah yang belum terselesaikan: jalan menuju sekolah.
Akses jalan yang berada di Jorong Lubuak Simato itu bukan hanya digunakan oleh warga sekolah. Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi lebih dari 500 kepala keluarga serta menjadi penghubung antara Padang Batang dan Pincuran Tujuah.
Jalur tersebut juga menjadi akses menuju TK Lubuak Simato, SDN 02 Sungai Antuan, serta satu kantor UPTD.
Dengan begitu, perbaikan jalan bukan hanya soal memudahkan siswa pergi dan pulang sekolah. Lebih dari itu, jalan yang layak menjadi kebutuhan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Prima Maifirson, mengatakan pihaknya sebagai wakil rakyat akan berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat dan sekolah agar akses jalan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, masih terdapat sekitar dua kilometer jalan yang membutuhkan pengaspalan. Sementara sebagian ruas jalan yang telah diaspal kondisinya masih terputus-putus sehingga belum memberikan akses yang benar-benar nyaman bagi masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat, tentu kami akan mengupayakan agar aspirasi sekolah dan masyarakat ini bisa mendapatkan perhatian. Masih ada sekitar kurang lebih dua kilometer yang membutuhkan pengaspalan,” ujarnya.
Bagi warga setempat, jalan tersebut bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Jalan itu adalah urat nadi yang setiap hari dilalui anak-anak menuju sekolah, guru yang mengabdi, orang tua yang mengantar buah hati, dan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada akses tersebut.
Doni, salah seorang warga setempat, berharap kondisi jalan itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menilai keberadaan jalan yang layak sangat penting bagi masyarakat, terlebih akses tersebut digunakan oleh banyak fasilitas pendidikan dan pelayanan pemerintahan.
Harapan warga sederhana. Mereka ingin anak-anak dapat berangkat ke sekolah dengan aman dan nyaman. Mereka ingin guru dapat menjalankan tugas tanpa harus berjibaku dengan kondisi jalan yang kurang baik. Dan mereka ingin prestasi yang telah ditorehkan SMPN 2 Mungka berjalan beriringan dengan infrastruktur yang mendukung.
Sebab, sekolah boleh saja bertabur prestasi. Anak-anak boleh saja memiliki mimpi setinggi langit. Namun, untuk sampai ke gerbang sekolah dan menjemput masa depan itu, mereka tetap membutuhkan satu hal yang sangat sederhana: jalan yang layak untuk dilalui. (FS)












