PENDIDIKAN

Tidak Betah di Asrama, Sejumlah Anak Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabur Tengah Malam

×

Tidak Betah di Asrama, Sejumlah Anak Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabur Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, HARIANHALUAN.ID – Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Kabupaten Dharmasraya, kabur dari asrama sekolah menjelang Subuh. Untung anak perempuan yang baru saja menginjakkan kakinya di SMP Sekolah Rakyat Terintegrasi tersebut diselamatkan oleh warga setempat.

“Kejadian ini sudah sejak Minggu malam, kami selamatkan sekitar pukul 3 pagi, kemudian kami antar ke sekolah itu pada paginya,” ucap salah seorang warga sekitar yang dapat dipercaya untuk meminta tidak disebut identitasnya.

Dikatakannya, kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi, entah apa sebabnya. Sumber tadi mengatakan bahwa SR itu cukup mewah dan lengkap fasilitas sekolahnya, kenapa tidak, ratusan miliar uang pemerintah pusat dikucurkan untuk membangun sekolah itu.

Baca Juga  Cawako Padang Hendri Ingatkan Generasi Muda: Isi Kemerdekaan dengan Prestasi, Jauhi Narkoba dan Tawuran!

Seharusnya, pihak sekolah harus segera mengevaluasi apa penyebabnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi, apalagi anak perempuan yang lari dari asrama sekolah.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT), Almen, menjelaskan, memang awalnya wali asuh anak-anak mengalami kendala, karena anak-anak tersebut belum terbiasa berpisah dengan orang tuanya.

Kemudian, ulasnya, wali asuh terus berjuang untuk melakukan negosiasi, membujuk anak dan lainnya sebagainya agar tetap bertahan di sekolah itu.

Namun dengan berbagai alasan, anak-anak tersebut berusaha keluar dari asrama sekolah pada malam hari.” Alhamdulillah… Warga sekitar sangat respon dan memberikan pertolongan kepada anak anak tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  Graha Iluni UNP Segera Diresmikan

Ia berharap kepada masyarakat untuk selalu memberikan dukungan, agar SRT ini berjalan dengan baik agar lahir anak-anak bangsa yang cerdas.

Almen memaparkan secara keseluruhan jumlah rombongan belajar (rombel) berjumlah 13, terdiri dari satu rombel SD, delapan rombel SMP dan empat rombel SMA.

“Mudah-mudahan ke depan SRT berjalan dengan baik dengan segala tantangan yang berat,” tuturnya. (*)