PESISIR SELATAN, harianhaluan. id – Tim MAN 3 Pesisir Selatan (Pessel) meraih Juara I Lomba Musikalisasi Puisi tingkat Sumbar yang diselenggarakan Balai Bahasa Sumbar. Kemenangan itu sekaligus mengantarkan MAN 3 Pessel menjadi wakil Sumbar pada ajang musikalisasi puisi tingkat nasional.
Kompetisi yang diikuti siswa SMA/sederajat se-Sumbar itu digelar secara daring. Penjurian dilaksanakan secara langsung melalui Zoom dan disiarkan melalui kanal YouTube Balai Bahasa Provinsi Sumbar pada Rabu (1/7/26). Seluruh video peserta ditampilkan mulai pukul 09.00 WIB hingga pengumuman pemenang pukul 15.30 WIB.
Keberhasilan tersebut disambut dengan rasa syukur oleh Kepala MAN 3 Pesisir Selatan Rahmat Ihsan Arkhas. Menurutnya, kemenangan itu merupakan hasil dari perjuangan, kedisiplinan, dan kerja keras seluruh tim selama menjalani proses latihan.
“Pertama, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perjuangan mereka. Kedua, jangan berhenti sampai di sini, tetapi tetap semangat dan terus berkarya melahirkan karya-karya terbaik agar MAN 3 Pesisir Selatan tetap jaya selalu. Ketiga, jangan pernah sombong dengan apa yang diraih hari ini, tetapi tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati. Seperti pepatah, semakin berisi semakin tunduk. Keempat, pelajaran jangan sampai lalai,” pesan Rahmat.
Guru Seni Budaya sekaligus pelatih tim musikalisasi puisi, Isna Hidayani, mengatakan prestasi tersebut lahir dari kekompakan tim dan pengorbanan seluruh anggota yang rela mengisi masa libur sekolah dengan latihan intensif.
“Ini semua berkat kerja sama tim yang sangat solid dan semangat peserta didik yang luar biasa. Mereka bersedia mengorbankan waktu libur sekolah demi menjalani proses latihan untuk mengikuti perlombaan yang diadakan Balai Bahasa Sumatera Barat. Tanpa tim yang solid dan semangat peserta didik, karya musikalisasi puisi ini tidak akan memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, guru pendamping Meria Fitriwati mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya berusaha membangun mental juara kepada seluruh anggota tim. Menurutnya, kesiapan mental menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi sebuah kompetisi.
“Mengikuti perlombaan bukan hanya sekadar ikut tampil atau mendapatkan absensi kehadiran, melainkan memberikan yang terbaik yang kita miliki. Saya selalu menanamkan kepada mereka agar memiliki keyakinan bahwa mereka mampu tampil sebagai yang terbaik. Ketika pola pikir itu tertanam, mereka akan terpacu untuk berlatih lebih sungguh-sungguh dan mengeluarkan kemampuan terbaik,” katanya.
Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan, Efrizal, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa madrasah akan terus memberikan dukungan kepada peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat agar mampu meraih prestasi di berbagai bidang. (humas).






