Keterangan Foto: Tim dosen lintas disiplin saat melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Internet of Things (IoT)” kepada warga masyarakat di Nagari Koto Sani Kabupaten Solok beberapa waktu lalu. IST
SOLOK, HARIANHALUAN.ID – Universitas Negeri Padang (UNP) terus berupaya menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Salahsatunya adalah melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM). Tim dosen lintas disiplin melaksanakan kegiatan bertajuk “Implementasi Sistem Pertanian Terpadu Berbasis Internet of Things (IoT)” di Nagari Koto Sani Kabupaten Solok.
Program ini dirancang sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan ekonomi dan penguatan ketahanan pangan masyarakat pascagalodo melalui penerapan teknologi pertanian yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Vauzia, M.Si. dari Departemen Biologi FMIPA UNP ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Agroindustri dan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Negeri Padang. Sinergi lintas disiplin tersebut menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi berbasis sains dan teknologi yang dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Para peserta berasal dari masyarakat yang memiliki minat dalam pengembangan pertanian terpadu sebagai salah satu alternatif untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas usaha pertanian pascabencana.
Ketua tim pengabdian Dr. Vauzia, M.Si menjelaskan bahwa sistem pertanian terpadu yang diperkenalkan dalam program tersebut mengintegrasikan budidaya ayam, ikan dan hidroponik dalam satu ekosistem produksi. Pendekatan tersebut dirancang agar setiap komponen saling mendukung sehingga pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efisien, produktivitas meningkat, dan masyarakat memiliki lebih dari satu sumber produksi pangan maupun pendapatan.
“Kami berharap sistem pertanian terpadu berbasis IoT ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam membangun usaha pertanian yang lebih efisien, adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi pascabencana,” ujarnya, Senin (10/8).
Vauzia juga menambahkan Program ini juga melibatkan tim pengabdian lintas disiplin yang terdiri atas Prof. Dr. Yulkifli, M.Si. dari Departemen Fisika, Dr. Resti Fevria, S.TP., M.P. selaku Kepala Departemen Agroindustri FMIPA UNP, serta Roni Jarlis, S.Si., M.Pd., Ketua Program Studi Agribisnis Departemen Agroindustri FMIPA UNP.
” Kolaborasi berbagai bidang keilmuan tersebut menghadirkan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pengembangan konsep teknologi, budidaya pertanian, hingga penerapan inovasi di lapangan,” tambahnya.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik yang dipandu langsung oleh tim pengabdian. Praktik dimulai dari proses penyemaian benih, penyiapan media tanam, pemindahan bibit ke instalasi hidroponik, hingga teknik perawatan tanaman agar mampu tumbuh secara optimal. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta memperoleh pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
” Melalui penerapan sistem pertanian terpadu berbasis IoT, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan secara lebih produktif dengan mengintegrasikan budidaya ayam, ikan dan hidroponik dalam satu sistem usaha. Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan melalui diversifikasi hasil produksi pertanian,” jelasnya.
Diharapkan model pertanian terpadu berbasis IoT yang diperkenalkan di Nagari Koto Sani dapat menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mampu direplikasi di berbagai daerah untuk mendukung ketahanan pangan, pemulihan ekonomi, dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026, serta kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang atas fasilitasi yang diberikan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, dan mendorong terwujudnya pertanian cerdas yang berkelanjutan. (h/ogi)












