PADANG, HARIANHALUAN.ID — Universitas Andalas (UNAND) memperkuat kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo dalam pengembangan hilirisasi gambir.
Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan atauNon-Disclosure Agreemen (NDA) di Pilot Plant Sentra Hilirisasi UNAND, Rabu (23/9/2026).
Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset UNAND, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., mengatakan NDA menjadi tahapan penting sebelum proses pengembangan teknologi gambir dilanjutkan ke tahapan yang lebih jauh.
Menurut Makky, kerja sama tersebut membuka ruang bagi PTPN IV PalmCo untuk melihat lebih jauh teknologi dan proses yang telah dikembangkan UNAND, khususnya dalam pengolahan dan pemurnian gambir.
“Dengan adanya NDA ini, pertukaran informasi teknis bisa dilakukan dengan lebih aman dan terarah. Ini penting karena dalam proses hilirisasi ada banyak informasi dan teknologi yang harus dilindungi,” kata Makky.
Ia menjelaskan, informasi yang dilindungi dalam kerja sama tersebut tidak hanya menyangkut hasil penelitian, tetapi juga metode dan kondisi operasi, formula, parameter proses, desain peralatan, diagram alir, hasil pengujian, data eksperimen, hasil optimasi hingga know-how dan prototipe teknologi.
Makky menegaskan, NDA bukan berarti terjadi pengalihan kepemilikan teknologi dari UNAND kepada PTPN IV PalmCo. Kekayaan intelektual yang telah dimiliki maupun dikembangkan UNAND tetap berada pada perguruan tinggi tersebut.
“Jadi, NDA ini bukan pengalihan hak atas teknologi. Ini lebih kepada bagaimana informasi yang dibuka dalam proses penjajakan dan pengembangan kerja sama tetap terlindungi,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan tersebut menjadi penting karena kerja sama hilirisasi gambir nantinya tidak berhenti pada kunjungan atau pertukaran informasi. Ada kemungkinan dilanjutkan dengan observasi, pengujian, demonstrasi, pendampingan hingga pengembangan dan scale-up teknologi.
Karena itu, kata Makky, proses hilirisasi membutuhkan jembatan antara hasil riset yang dikembangkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.
“Yang kita dorong bukan hanya risetnya selesai, tetapi bagaimana teknologi itu bisa divalidasi, dikembangkan dan nantinya digunakan pada skala yang lebih besar,” katanya.
Penandatanganan NDA tersebut dilakukan UNAND bersama PTPN IV PalmCo yang diwakili Miftah Dicky Kesuma, mewakili Head of PMO Downstream PTPN IV sekaligus Asisten Hilirisasi Gambir PTPN IV PalmCo.
Dari UNAND, kegiatan turut dihadiri Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., bersama Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Dr. Eng. Muhammad Makky.
Makky mengatakan, keberadaan Pilot Plant Sentra Hilirisasi UNAND menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Fasilitas itu dapat digunakan untuk melakukan pengembangan sekaligus validasi teknologi sebelum diarahkan menuju penerapan pada skala industri.
“Pilot plant ini menjadi tempat untuk membuktikan bahwa hasil riset bisa dikembangkan lebih lanjut. Setelah prosesnya teruji, barulah kita bicara bagaimana membawa teknologi tersebut ke skala yang lebih besar,” ujarnya.
Kerja sama dengan PTPN IV PalmCo menjadi salah satu langkah UNAND mendorong hilirisasi gambir sebagai komoditas unggulan daerah.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil riset perguruan tinggi diarahkan tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi yang memberikan nilai tambah bagi komoditas dan perekonomian daerah. (*)












