BREAKING NEWSPERISTIWASUMBAR

Wakapolda Sumbar Minta Maaf Atas Cekcok Kombes Teddy Fanani: “Polisi Harus Beri Contoh yang Baik”

×

Wakapolda Sumbar Minta Maaf Atas Cekcok Kombes Teddy Fanani: “Polisi Harus Beri Contoh yang Baik”

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID— Perselisihan yang melibatkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Barat Kombes Pol Teddy Fanani dengan pengendara mobil dinas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar akhirnya berujung damai.

Tak hanya antara kedua pihak, permintaan maaf juga disampaikan secara terbuka oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin atas nama keluarga besar Polda Sumatera Barat.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Solihin saat memberikan keterangan di Mapolda Sumbar, Senin (10/8). Dalam kesempatan itu, Wakapolda didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya dan Kabid Propam  Kombes Pol Siswantoro.

“Atas kejadian kemarin, saya mohon maaf kepada masyarakat Sumatera Barat. Alhamdulillah, semuanya sudah terjadi perdamaian,” ujar Solihin di ruangannya.

Jendral Bintang satu itu juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga pihak yang terlibat karena telah menerima permintaan maaf dengan terbuka dan penuh keikhlasan.

“Terima kasih kepada keluarga korban yang telah menerima maaf dengan terbuka dan penuh keikhlasan,” katanya.

Solihin turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang ikut membantu mempertemukan kedua belah pihak hingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca Juga  Wagub Sumbar Audy Joinaldy Diserbu Emak-emak di Pengungsian Gempa Pasbar

Di antaranya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat Widya Navies dan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Fauzi Bahar.

Ia mengajak seluruh pihak kembali hidup berdampingan dan menjaga suasana Sumatera Barat tetap aman serta penuh toleransi.

“Terima kasih juga kepada Ketua PWI Widya Navies, Ketua LKAAM Fauzi Bahar yang telah membantu menyelesaikan masalah ini. Mari kita hidup lagi berdampingan,” ujarnya.

Brigjen Solihin menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat pimpinan hingga personel di tingkat Polsek.

Menurutnya, setiap anggota Polri harus mampu menunjukkan sikap yang baik dan memberikan contoh kepada masyarakat.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kapolda, Kapolri hingga tingkat Polsek, tunjukkan yang baik. Berikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh personel agar mampu mengendalikan diri, terutama ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Baca Juga  Jangan Biasakan Anak Bermain Gadget, Radiasinya Dapat Menyebabkan Kanker

“Tahan diri, tahan emosi, tahan perilaku,” katanya.

Solihin mengatakan, Polri memiliki mekanisme pengawasan melekat terhadap setiap personel. Namun, apabila terjadi pelanggaran, sanksi tetap akan diberikan sesuai ketentuan.

“Ada pengawasan melekat, Waskat. Namun setiap pelanggaran pasti ada sanksi,” ujarnya.

Menurut dia, pembinaan tersebut juga terus disampaikan kepada anggota melalui berbagai kesempatan, termasuk apel pagi maupun komunikasi internal melalui grup WhatsApp. Pengawasan dilakukan oleh unsur Propam, Itwasda dan jajaran terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga menegaskan bahwa tidak ada perlakuan berbeda dalam penegakan disiplin dan etik terhadap anggota Polri.

Ia menyebut Kapolda Sumbar Irjen Pol Djaty Wiyoto Abadhy telah menegaskan komitmen untuk menindak personel yang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa melihat pangkat maupun jabatan.

“Kapolda tegas. Siapa pun yang melanggar, siapa pun yang berbuat salah, mau pangkat tinggi maupun bawah pasti akan ditindak,” katanya.

“Tidak ada istilah tajam ke bawah,” tegas Solihin.