Faktor seperti kemiringan lereng, sistem DAS, sempadan sungai, tutupan vegetasi, kawasan rawan longsor dan jalur limpasan air harus menjadi pertimbangan.
“Kalau kawasan lindung dan wilayah penyangga terus dimanfaatkan tanpa mempertimbangkan fungsi ekologisnya, masyarakat di hilir yang akan menanggung risikonya,” kata Tomi.
Menurut WALHI, kawasan Lubuk Minturun adalah bagian dari hulu DAS Air Dingin yang melintasi Kota Padang. Areal ini berfungsi layaknya spons raksasa yang menyerap curah hujan yang turun di gugusan perbukitan SM Bukit Barisan.
Kerusakan dan perubahan bentang alam di wilayah ini, akan meningkatkan resiko bencana galodo dan banjir bandang di sepanjang aliran sungai tersebut.
Pemerintah diminta melakukan audit tata ruang sekaligus mengevaluasi aktivitas pembangunan yang berada di kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi.
“Termasuk di hulu DAS Kuranji dan DAS Air Dingin yang kerusakannya telah terbukti meningkatkan resiko bencana bagi masyarakat di daerah hilir ,” pungkasnya. (*)












