KABA RANAH

Wali Nagari Lareh Nan Panjang Perkenalkan Model Integrasi Jagung–Kelapa–Sapi, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

×

Wali Nagari Lareh Nan Panjang Perkenalkan Model Integrasi Jagung–Kelapa–Sapi, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

Pendampingan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pengembangan hilirisasi produk menjadi bagian penting agar hasil produksi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah melalui pengolahan.

Sebagai panduan pelaksanaan, Pemerintah Nagari Lareh Nan Panjang juga menyusun buku berjudul “Model Integrasi Jagung–Kelapa–Sapi Berbasis Potensi Lokal”. Buku tersebut memuat strategi implementasi, tahapan pengembangan, analisis potensi wilayah, hingga proyeksi dampak ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan melalui penerapan model integrasi tersebut.

Muskinta berharap inovasi tersebut mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Harapan kami, model ini mampu mewujudkan nagari yang mandiri, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta menjadi contoh pembangunan berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi oleh nagari maupun desa lain di Indonesia,” tuturnya.

Mengusung semangat “Dari Potensi Lokal Menjadi Kekuatan Desa”, Pemerintah Nagari Lareh Nan Panjang optimistis model integrasi Jagung–Kelapa–Sapi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun desa yang lebih inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)