PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menggelar pembekalan bagi 60 calon penerima beasiswa kuliah ke Provinsi Guangdong, China, melalui Program Unggulan (Progul) “Padang Juara”, di Gedung Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aie Pacah, Senin (25/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, perwakilan perguruan tinggi dan mitra, para guru, orang tua siswa, serta 60 siswa calon penerima beasiswa.
Program beasiswa itu menjadi salah satu langkah Pemko Padang dalam membuka akses pendidikan tinggi berstandar internasional bagi generasi muda Kota Padang.
Sebanyak 60 siswa terpilih akan menempuh pendidikan jenjang S1 dan D4 di Provinsi Guangdong, China, pada tahun akademik 2026/2027 melalui skema double degree atau gelar ganda.
Para mahasiswa akan menjalani pola perkuliahan “1-2-1”, yakni satu tahun pembelajaran dan pembekalan bahasa Mandarin di Indonesia, dua tahun kuliah di Guangdong, dan satu tahun penyelesaian studi di kampus asal di Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada para siswa yang berhasil lolos seleksi program tersebut.
“Selamat kepada siswa terbaik Kota Padang yang lolos seleksi dan akan menempuh pendidikan di China. Ini peluang emas sekaligus amanah, mari belajarlah dengan tekun, disiplin, serta jaga nama baik keluarga dan Kota Padang,” ujar Fadly.
Ia menegaskan, seluruh biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa ditanggung penuh oleh Pemerintah Kota Padang.
“Anak-anak tinggal fokus belajar agar mampu bersaing dan berkarier di tingkat global, termasuk di luar negeri,” katanya.
Fadly juga menyebut Pemko Padang menargetkan sedikitnya 300 mahasiswa memperoleh beasiswa luar negeri dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
“Kami ingin anak-anak Padang memiliki daya saing global. Tidak hanya kuliah di luar negeri, tetapi juga mampu berkarya dan membawa nama baik Kota Padang di tingkat internasional,” tambahnya.












